Menemukan Mr.Puttachat

Orang indonesia yang mau pergi backpacking ke Phuket pasti pernah menemukan blog ataupun thread di sebuah forum yang menyebutkan tentang salah satu penduduk Phuket yang juga seorang travel agent yang sudah jadi langganan orang Indonesia, yaitu Mr. Puttachat.

Selain Mr. Puttachat, ada nama-nama lain tapi entah kenapa yang paling banyak disebut adalah Mr. Puttachat. Mungkin karena harganya yang lebih murah dan (katanya) orang baik. Maka tanpa pikir panjang, saya langsung mencari kontak Mr. Puttachat ini di seantero dunia maya. Anehnya, meski Mr. Puttachat sering disebut-sebut, tapi kontaknya cukup sulit untuk ditemukan.

Read more “Menemukan Mr.Puttachat”

About Last Year

Lately, I’ve started each morning by reading my Feedly feed for a while before turning to my work. And just like every first-month on each year, I found recap post or year in review with wishes and resolutions here and there; and I was naturally tempted to make my own.

Long short story, yesterday I woke up and spent the day thinking about how the past 12 months had treated me and what I feel about it. Without the intention to sound cocky whatsoever, here goes the highlight of my 2016 —which most of you might not even be interested in.

Read more “About Last Year”

Catering Berrykitchen

Berawal dari beberapa bulan lalu dimana saya mengalami sakit. Bukan sakit ece-ece tapi sakit beneran, melibatkan tiga buah organ pencernaan. Bahkan sampai sekarang pun saya belum tau pasti apa sebenarnya yang terjadi di dalam perut karena saya tidak mengikuti saran dokter untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut. Bandel.

Menurut analisa Mama, tetangga, Dokter, Apoteker, dan semua orang, sakit yang saya alami adalah efek dari pola makan dan kualitas makanan yang buruk; sarapan yang sering terlewat, makan siang sering telat, makan malam yang terlalu malam, rajin makan junk food dan sebagainya. Yha, namanya juga anak kos.

Read more “Catering Berrykitchen”

pebble classic

Pebble : First Impression

Paling tidak sampai minggu lalu, saya masih berpendirian bahwa smartwatch itu bukan benda yang cocok buat orang yang ngga pengen ribet seperti saya. Punya satu buah handphone yang perlu di-charge sehari dua kali aja rasanya udah ribet banget, ini mau ditambah untuk ngecharge jam tangan segala?

Kemarin pun awalnya masih agak mikir-mikir ketika mau mengangkut Pebble Classic ke pergelangan tangan menggantikan G-Shock yang sudah agak berumur untuk sementara. Kebayang gimana nanti kalau baterainya habis, karena kabel yang digunakan bukan kabel USB yang biasa digunakan oleh kebanyakan device. Selain itu saya selalu punya pikiran bahwa smartwatch tidak akan pernah tahan terhadap air dan suhu sekuat jam biasa, apalagi G-shock. Was-was.

Read more “Pebble : First Impression”

XL Apprentice

Karena belakangan banyak yang bertanya tentang program XL Apprentice, maka saya akan mencoba menceritakan sebenarnya apa itu XL Apprentice dari sudut pandang saya sebagai alumni.

Tepat setahun yang lalu, saya mendapatkan informasi mengenai program XL Apprentice ini dari sahabat saya, karena dia rasa program ini akan cocok dengan saya, begitu katanya. Entah bagaimana, saat itu saya mengamini ucapan sahabat saya itu dan dengan pede-nya langsung mendaftarkan diri melalui email ke bagian HRD. Padahal saya belum lulus.

Tidak lama setelah itu saya mendapatkan undangan melalui email, untuk melakukan tes pertama yaitu Psikotes, Bahasa Inggris, dan (bila lulus) dilanjut dengan FGD (Focus Group Discussion). Saat itu tes dilakukan di Grha XL, Mega Kuningan, Jakarta selatan. Sempat agak kaget ketika ternyata Psikotes yang dilakukan bukanlah Psikotes seperti pada proses seleksi di kebanyakan tempat; tidak ada tes koran, tes menggambar ataupun tes yang memutar-mutar kubus itu, melainkan GMAT (General Management Aptitude Test).

Read more “XL Apprentice”