Mekkah, First Impression

Sewaktu di Madinah, saya sempat ngobrol panjang lebar dengan seorang guru geografi dari Mesir. Kami bicara banyak hal, dan dia sempat bilang bahwa dia senang bisa ngobrol sama saya. Meskipun bahasa inggrisnya pas-pasan, setidaknya dia jauh lebih fasih dibanding anak muda Aljazair yang saya temui di Masjid Nabawi. Dia cerita banyak, salah satunya tentang Mekkah. Jadi sebelum ke Madinah, dia sudah lebih dahulu ke Mekkah. Setelah dia tau bahwa keesokan harinya saya akan berangkat ke Mekkah, dia bilang gini, “Madinah is beautiful, very beautiful, more than Mekkah”.

Continue reading “Mekkah, First Impression”

Umrah dan Madinah

Sepeninggalan papa tahun lalu kemarin, mama langsung bikin statement kalau kita akan pergi umrah sekeluarga. Isu ini memang beberapa kali muncul pada sesi-sesi diskusi ringan keluarga waktu papa masih ada. Tapi seringnya cuma jadi wacana karena dengan berbagai pertimbangan. Kemarin, mama langsung memutuskan bahwa kami harus umrah tahun itu juga, “mumpung rejekinya masih ada” kata mama. Selain itu, biar kami juga bisa mendoakan papa disana.

Continue reading “Umrah dan Madinah”