Tentang Memilih Kamera

Suatu hari saya pernah bilang ke teman saya, bahwa ada beberapa benda yang saya miliki, yang ketika ingin membelinya, saya tidak akan pernah main-main melakukan riset untuk kemudian memutuskan memilikinya —duh, diksi. Salah satunya adalah kamera. Memang bukan fotografer beneran sih, tapi proses membekukan momen dalam frame kamera itu menyenangkan buat saya.

Jadi ceritanya, satu-dua tahun kebalakang saya mulai merasa bahwa kamera yang saya miliki saat ini —Canon EOS 60D— terasa terlalu besar dan berat. Agak risih bawa-bawa barang sebesar itu, ditambah dengan beberapa lensa yang juga berat. Semakin terasa ketika sedang traveling atau di tempat yang ramai. Engga heran ketika saya memutuskan untuk pakai iPhone di tahun 2014, si 60D makin jarang keluar rumah.

Continue reading “Tentang Memilih Kamera”

Berhenti Sejenak

Setidaknya dalam satu tahun kebelakang, saya tidak pernah merasa sesehat ini. Selalu bersyukur meski untuk mencapai kondisi ini saya harus dipaksa istirahat dan berhenti dari segala aktifitas selama lebih dari 10 hari, plus menelan 6 buah pil obat dalam sehari untuk beberapa bulan kedepan.

Padahal ya, dari jaman kuliah dulu, saya termasuk orang yang percaya bahwa terkadang kita memang perlu berhenti sejenak dari segala rutinitas dan aktifitas. Yang kemudian semua itu perlahan terlupakan seiring terlalu asiknya rutinitas di kantor. Eh ladalah akhirnya tubuh memaksa saya untuk berhenti biar saya sadar.

Continue reading “Berhenti Sejenak”

Menemukan Mr.Puttachat

Orang indonesia yang mau pergi backpacking ke Phuket pasti pernah menemukan blog ataupun thread di sebuah forum yang menyebutkan tentang salah satu penduduk Phuket yang juga seorang travel agent yang sudah jadi langganan orang Indonesia, yaitu Mr. Puttachat.

Selain Mr. Puttachat, ada nama-nama lain tapi entah kenapa yang paling banyak disebut adalah Mr. Puttachat. Mungkin karena harganya yang lebih murah dan (katanya) orang baik. Maka tanpa pikir panjang, saya langsung mencari kontak Mr. Puttachat ini di seantero dunia maya. Anehnya, meski Mr. Puttachat sering disebut-sebut, tapi kontaknya cukup sulit untuk ditemukan.

Continue reading “Menemukan Mr.Puttachat”

About Last Year

Lately, I’ve started each morning by reading my Feedly feed for a while before turning to my work. And just like every first-month on each year, I found recap post or year in review with wishes and resolutions here and there; and I was naturally tempted to make my own.

Long short story, yesterday I woke up and spent the day thinking about how the past 12 months had treated me and what I feel about it. Without the intention to sound cocky whatsoever, here goes the highlight of my 2016 —which most of you might not even be interested in.

Continue reading “About Last Year”

Murmuring

I think about finding that elusive balance between the past and the future.

Lean back, and I find myself swamped in what has already happened. Regret, remorse, guilt, sorrow, grief —whatever the emotional residue may be. I go there again and again, even though going there changes nothing.

When I lean forward, into the future, I am also off-balance. Hope, fear, excitement, anxiety, grasping —I go there too. I go there again and again, even though going there also changes nothing. I cannot control the future any more than I can change the past.

Continue reading “Murmuring”

Why I Unfollowed You

Sometimes I unfollow people on Instagram, Twitter, or Path. I do it, you do it —we all do it. Otherwise imagine how long it would take you to scroll through your Instagram feed every day? But, last week I managed to make someone completely lose their mind, just by deciding I didn’t want to follow them any more. (S)he is not the first one.

Actually, I don’t remember what it was that made me decide to unfollow that person, but I do know it wouldn’t have been anything personal, because it never is.

Continue reading “Why I Unfollowed You”

MNGKN

Di tahun ini untuk pertama kalinya saya datang ke pernikahan tanpa ditemani orang tua atau kakak saya, yang artinya, itu adalah pernikahan teman saya. Kabar baiknya, semakin kesini semakin banyak teman saya yang mulai memantapkan pilihannya pada seseorang, yang lagi-lagi membuat saya penasaran, bagaimana bisa semudah itu untuk mengambil keputusan besar seperti sebuah pernikahan?

Enggak, sih, enggak semudah itu, saya tau kebanyakan dari mereka yang sudah menikah ataupun tunangan bukanlah pasangan kemarin sore. Paling tidak sudah saling kenal atau bahkan menjalin hubungan lebih dari 3 tahun, bahkan 6 atau 7 tahun. Maka tentu saja, saya ikut berbahagia.

Continue reading “MNGKN”

Naik Bus Malam ke Kuala Lumpur

Ini semua berawal dari sebuah pertanyaan tentang bagaimana caranya bisa berada di Singapura dan Malaysia dalam dua hari tanpa mengeluarkan budget untuk menginap. Dan ternyata caranya cukup mudah, yaitu dengan meninggalkan Singapura di malam hari dengan overnight bus, dan tiba di Kuala Lumpur pagi hari-nya.

Sebenarnya dari berbagai referensi yang saya baca, katanya ada kereta tidur atau sleeper train dari Johor Bahru ke Kuala Lumpur seperti yang ada di India. Sayangnya sekarang kereta itu sudah ngga ada, sedih banget. Jadi mau ngga mau harus naik bus. Tapi tenang aja, karena ternyata bus malam di Malaysia itu nyaman banget dan ngga kebut-kebutan kaya bus malam di Indonesia.

Continue reading “Naik Bus Malam ke Kuala Lumpur”

The SGD 50 Trip

Saya sering ditanyai oleh saudara maupun teman perihal budget yang harus dipersiapkan untuk menikmati Singapura. Padahal saya juga baru sekali ke Singapura, itupun dibayarin sebuah perusahaan. Cie gitu.

Jadi ketika kemarin saya berkesempatan mampir kesana lagi, saya bikin semacam challenge; cuma berbekal selembar 50 dollar singapura untuk seharian menikmati Singapura. Ya sih, seyakin-yakinnya akan cukup memang, mengingat SGD 50 itu cukup banyak untuk seorang diri; tapi cukup untuk apa?

Continue reading “The SGD 50 Trip”

Sebuah Rencana

Entah suatu hari di bulan apa saya lupa, saya memutuskan untuk pergi ke Thailand di bulan November tahun ini —sendirian. Setelah mencari berbagai referensi baik cetak maupun digital, akhirnya saya memutuskan akan ke Bangkok sambil mampir sebentar ke Singapura. (1)

Maret 2016. Dalam sebuah percakapan hangat di sebuah kafe di kota Bandung, tercetus sebuah keinginan untuk pergi ke Thailand oleh Annisaa, yang tetiba membuat bibir saya gatal sekali ingin menyahut, “Yuk!” saat itu juga. Tapi saya urungkan, karena niatnya kan sendirian; dan juga karena alasan lain tentunya HEHE.

Dalam sebuah percakapan digital lainnya beberapa saat setelah itu, akhirnya saya membisikkan rencana trip ke Thailand saya ke Annisaa, dan kami sepakat bahwa ini tidak akan sekedar wacana. (2)

Continue reading “Sebuah Rencana”