xtra achiever

On Being an Xtra Achiever

I note this as a special occasion post, so I will do it in English.

It was last Friday when my uh-so-great-and-lovely team was gathered to something called Uncommon Friday meet up. Basically, Uncommon Friday was HR program which used to happen every month, but I don’t know, seems like they don’t run it anymore, no?

Read More

glamping trizara resort

Glamping di Trizara Resort

Okay, this will be a quick post.

Belakangan kata-kata Glamping atau Glamour Camping ini lagi sering banget terdengar di sela-sela percakapan, apalagi di Jakarta yang mayoritas masyarakatnya haus akan penyegaran setelah 5 hari sibuk muter-muter di Ibu kota yang penuh dengan polusi. Nah, kebetulan minggu lalu saya berkesempatan untuk mencoba Glamping di salah satu resort penyedia kemping mewah ini di Lembang, yaitu Trizara Resort.

Read More

setahun kerja, ngapain aja?

Setahun kerja, ngapain aja?

Satu-dua tahun yang lalu saat masih kuliah, rasanya ingin sekali cepet lulus. Ingin cepat masuk ke dunia kerja meski sebenarnya was-was juga penasaran: sebenarnya kerja itu ngapain aja sih? Takut ngga bisa, takut terlihat bodoh, takut dimarahi bos kayak di film-film, takut kena pecat, dan sebagainya. Tapi ternyata, bekerja tidak semenyeramkan itu. Bahkan cenderung seru dan menyenangkan. Setidaknya sampai tulisan ini dibuat.

Read More

Catering Berrykitchen

Berawal dari beberapa bulan lalu dimana saya mengalami sakit. Bukan sakit ece-ece tapi sakit beneran, melibatkan tiga buah organ pencernaan. Bahkan sampai sekarang pun saya belum tau pasti apa sebenarnya yang terjadi di dalam perut karena saya tidak mengikuti saran dokter untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut. Bandel.

Menurut analisa Mama, tetangga, Dokter, Apoteker, dan semua orang, sakit yang saya alami adalah efek dari pola makan dan kualitas makanan yang buruk; sarapan yang sering terlewat, makan siang sering telat, makan malam yang terlalu malam, rajin makan junk food dan sebagainya. Yha, namanya juga anak kos.

Read More

singapura malam hari

Pertemuan Pertama dengan Singapura

Kemarin sempat kumpul bareng teman-teman kuliah dan dari sekian banyak hal yang kita bahas, yang paling lama dan seru bahasannya adalah tentang jalan-jalan —karena memang itu sih tujuan kita kumpul.

Singapura, Malaysia, Thailand, paspor, visa dan segala hal tentang sebuah perjalanan kita obrolin. Satu hal yang pasti setiap membicarakan sebuah perjalanan adalah semangat. Entahlah, baik saya maupun teman-teman saya juga merasakan hal yang sama, tetiba excited yang berujung ngga bisa tidur.

Seketika saya jadi ingat dan melipir kangen sama negeri singa di seberang sana. Terus baru sadar juga ternyata belum ada postingan tentang Singapura disini. Jadi.. baiklah, mari kita ingat-ingat tentang Singapura.

Read More

pebble classic

Pebble : First Impression

Paling tidak sampai minggu lalu, saya masih berpendirian bahwa smartwatch itu bukan benda yang cocok buat orang yang ngga pengen ribet seperti saya. Punya satu buah handphone yang perlu di-charge sehari dua kali aja rasanya udah ribet banget, ini mau ditambah untuk ngecharge jam tangan segala?

Kemarin pun awalnya masih agak mikir-mikir ketika mau mengangkut Pebble Classic ke pergelangan tangan menggantikan G-Shock yang sudah agak berumur untuk sementara. Kebayang gimana nanti kalau baterainya habis, karena kabel yang digunakan bukan kabel USB yang biasa digunakan oleh kebanyakan device. Selain itu saya selalu punya pikiran bahwa smartwatch tidak akan pernah tahan terhadap air dan suhu sekuat jam biasa, apalagi G-shock. Was-was.

Read More

Mudik

Akhirnya mudik, lagi! Setelah dua tahun belakangan saya sekeluarga vakum melakukan ritual mudik ke Sumatera, alhamdulillah tahun ini kami diberikan rezeki dan kesempatan lagi untuk mudik asik ke Desa kelahiran Mama.

Bersemangat dan akan selalu begitu setiap akan berangkat. Entahlah, saya dan kedua saudara saya sejak kecil selalu bersemangat ketika tahu bahwa kami akan melakukan perjalan mudik sekeluarga. Meski pada akhirnya kami sama-sama tahu, sebagai anak yang lahir dan tumbuh di kota, tinggal selama kurang lebih seminggu di sebuah desa yang panas dan jauh dari mana-mana dan tentu saja minim akses internet, bukanlah sebuah hal yang menyenangkan. Alhasil, mana pernah kami betah berlama-lama disana.

Read More

Kostan 101 : Jakarta Selatan

Setelah dalam tiga bulan terakhir saya sudah dua kali pindah kostan, akhirnya saya sadar bahwa mencari kost-kostan itu bukan perkara mudah.

Semua orang juga tahu bahwa mencari tempat tinggal, baik rumah ataupun kostan atau apapun itu pada dasarnya akan menjadi mudah ketika sumber daya yang kita miliki lebih leluasa, misalnya uang. Sayangnnya sebagai anak baru Jakarta, saya belum seleluasa itu. Kemudian yang membuat segalanya makin rumit adalah sebagai orang Bandung yang biasa mendapatkan udara sejuk, saya ngga pernah bisa tahan dengan panasnya udara Ibu Kota sehingga menuntut saya untuk memiliki tempat tinggal dengan fasilitas pendingin ruangan, itu artinya saya juga tidak mungkin mengambil kostan dengan harga sekedarnya.

Read More

XL Apprentice

Karena belakangan banyak yang bertanya tentang program XL Apprentice, maka saya akan mencoba menceritakan sebenarnya apa itu XL Apprentice dari sudut pandang saya sebagai alumni.

Tepat setahun yang lalu, saya mendapatkan informasi mengenai program XL Apprentice ini dari sahabat saya, karena dia rasa program ini akan cocok dengan saya, begitu katanya. Entah bagaimana, saat itu saya mengamini ucapan sahabat saya itu dan dengan pede-nya langsung mendaftarkan diri melalui email ke bagian HRD. Padahal saya belum lulus.

Tidak lama setelah itu saya mendapatkan undangan melalui email, untuk melakukan tes pertama yaitu Psikotes, Bahasa Inggris, dan (bila lulus) dilanjut dengan FGD (Focus Group Discussion). Saat itu tes dilakukan di Grha XL, Mega Kuningan, Jakarta selatan. Sempat agak kaget ketika ternyata Psikotes yang dilakukan bukanlah Psikotes seperti pada proses seleksi di kebanyakan tempat; tidak ada tes koran, tes menggambar ataupun tes yang memutar-mutar kubus itu, melainkan GMAT (General Management Aptitude Test).

Read More

Menemukan (Buku) Yang Tepat

Sejak kecil saya selalu menuliskan ‘membaca’ pada setiap kolom formulir yang menanyakan tentang hobi. Meski saat itu saya belum betul paham apakah kegiatan membuka-buka koran untuk melihat gambar-gambar besar penuh warna dari sebuah iklan dan beberapa kolom editorial, juga menikmati komik Captain Tsubasa, Dragon Ball, dan Kungfu Komang bisa ditulis sebagai hobi membaca. Yang saya tahu, itu menyenangkan.

Duduk di bangku Sekolah Mengengah Pertama, saya mulai kenal dengan yang namanya Novel. Kakak saya yang mengenalkannya, awalnya saya tidak tertarik, karena apa asiknya membaca buku yang tidak ada gambarnya. Lalu kemudian ada satu kalimat dari Papa yang masih saya ingat sampai sekarang sebagai jawaban atas pertanyaan saya diatas; bahwa dengan novel, kita lah yang membuat gambarnya sendiri, otak kita akan berimajinasi tanpa batas. Imajinasi tanpa batas.

Read More