Movie : Spotlight

Dalam satu bulan terakhir, saya menyempatkan untuk menonton tiga buah film yang diputar di bioskop. Sayangnya, dua film pertama yang saya tonton ternyata tidak sesuai dengan ekspektasi. A Copy of My Mind dan Deadpool, meski kedua film ini laris manis di linimasa twitter, saya kok kurang suka ya dengan film karya Joko Anwar itu, begitu juga dengan Deadpool, keduanya terasa biasa banget untuk ukuran film yang ditunggu-tunggu kehadirannya di layar lebar. Kemudian karena saya masih merasa butuh asupan akan film bagus, saya akhirnya kembali lagi ke bioskop untuk menonton film yang ketiga bulan ini: Spotlight.

Sewaktu duduk di bangku sekolah menengah, saya sempat bercita-cita untuk jadi seorang jurnalis atau wartawan. Dan Spotlight, sebagai film mampu membangkitkan lagi cita-cita lama saya itu. Bagaimana tidak, dalam film yang berdurasi lebih dari dua jam itu, saya benar-benar ditarik masuk ke dalam cerita, dan dibawa dengan tempo yang sangat cepat dan tepat tanpa memberikan jeda sedikitpun untuk lari dari fokus cerita itu sendiri. Seolah saya adalah bagian dari tim, setiap ada clue yang berhasil didapatkan reflek saya merasa bahagia dan lega, dan jengkel ketika hambatan demi hambatan ditemui.

spotlight

Film ini menceritakan sebuah cerita yang sangat penting, sensitif namun tidak mengajak siapapun untuk berperang atau memerangi pihak tertentu, melainkan justru kita sebagai penonton akan dibukakan matanya. Karena meski sudut pandang yang dibuat hanyalah dari sudut pandang tim Spotlight, tapi saya tetap bisa merasakan emosi yang dalam, juga trauma yang dirasakan oleh para korban kasus pelecehan seksual tersebut. Ditambah dengan manisnya raut wajah dan sikap empati yang ditunjukkan oleh Sacha (Rachel McAdams) setiap mendengarkan cerita dari para korban

Terima kasih Tom McCharty, Mark Ruffalo, Michael Keaton, Rachel McAdams, dan Brian d’Arcy James. Buat saya, film ini sempurna heart

Leave a Reply