Pebble : First Impression

pebble classic

Paling tidak sampai minggu lalu, saya masih berpendirian bahwa smartwatch itu bukan benda yang cocok buat orang yang ngga pengen ribet seperti saya. Punya satu buah handphone yang perlu di-charge sehari dua kali aja rasanya udah ribet banget, ini mau ditambah untuk ngecharge jam tangan segala?

Kemarin pun awalnya masih agak mikir-mikir ketika mau mengangkut Pebble Classic ke pergelangan tangan menggantikan G-Shock yang sudah agak berumur untuk sementara. Kebayang gimana nanti kalau baterainya habis, karena kabel yang digunakan bukan kabel USB yang biasa digunakan oleh kebanyakan device. Selain itu saya selalu punya pikiran bahwa smartwatch tidak akan pernah tahan terhadap air dan suhu sekuat jam biasa, apalagi G-shock. Was-was.

Tapi ternyata, setelah hampir kurang lebih dua minggu jam pintar ini menempel di pergelangan tangan, saya mulai bisa menerima kenyataan bahwa smartwatch ngga seribet dan seburuk itu, kok.

Memang di hari pertama dan kedua pergelangan tangan sempat terasa pegal-pegal karena seringnya Pebble bergetar setiap ada notifikasi, yang kemudian bisa diakali dengan memilih beberapa aplikasi saja yang notifikasinya ditampilkan di Pebble, atau mungkin mematikan fungsi getarnya sama sekali.

Sempat juga mengalami habis baterai sampai mati karena mindset untuk ngecharge jam tangannya belum ada, jadi sering lupa. Tapi Pebble ini (mungkin juga smartwatch lainnya) sehari sebelum baterai habis, dia akan selalu mengingatkan kita dengan merubah tampilan jamnya. Jadi ngga tiba-tiba habis gitu baterainya. Dan yang paling bikin takjub adalah proses charging dari mati sampai penuh itu cepet banget, kurang lebih satu jam sudah penuh. Dari posisi penuh sampai mati, meskipun di website-nya tertulis up to 7 days, tapi dari dua minggu ini sepertinya maksimal hidup sampai 5 hari, sih.

Untuk layar, meskipun saya pakai intesitas backlight paling rendah untuk menghemat baterai, tapi tulisan didalamnya masih sangat mudah terbaca, loh. Mungkin juga hal ini disebabkan oleh teknologi e-paper yang dipakai di Pebble Classic ini.

Jadi kesimpulannya, smartwatch ini ngga ribet, kok! Malah cukup banyak membantu dalam banyak hal seperti mengganti lagu yang sedang dimainkan, dan tentu saja bisa dengan mudah baca email, chat, dan sms masuk tanpa perlu buka handphone. Ngga sabaran buat nyobain smartwatch lainnya!

Leave a Reply