Schneider Electric Campus Ambassador (III)

By default, saya adalah orang yang optimis. Saya orang yang selalu yakin bahwa semuanya akan berjalan baik, lancar, dan berhasil —Apalagi kalau sesuatu itu, saya yang menyelesaikannya—. Saya selalu melihat sisi baik dari setiap hal yang terjadi. Bahkan ketika terjadi sesuatu yang tidak baik, saya selalu berusaha mencari sisi baiknya. Positivity, kalau kata Tom Rath dalam bukunya, Strength Finder 2.0.

Dan begitupun dengan ini, saya sangat yakin saat itu akan lolos setelah mengirimkan video dan essay yang sudah saya buat. Kok bisa ya? Mengingat hari-hari sebelumnya saya sangat galau, menuju pesimis, dan berencana tidak melanjutkan proses seleksi. Tapi ya begitulah, saya selalu yakin atas semua hal yang sudah saya lakukan atau kerjakan. Asalkan saya serius mengerjakannya, saya yakin hasilnya akan baik.

Ya, sih. Video diatas memang ngga bagus-bagus amat. Biasa aja. Tapi yakin atas hasil karya sendiri boleh, dong? Dan ternyata memang berhasil tuh, hehe. Saya lolos dan terpilih menjadi Schneider Electric Campus Ambassador, menjadi salah satu dari 12 yang terpilih dari ratusan kandidat. Dan ternyata, saya satu-satunya mahasiswa Teknik Industri disini. Semacam de javu, ketika masuk ke Microsoft Student Partner juga, saya menjadi mahasiswa Teknik Industri pertama dan satu-satunya sampai saat ini, yang berhasil masuk Microsoft Student Partner di Indonesia. Divergent?

Singkat cerita, setelah mendapatkan pengumuman resmi bahwa saya diterima. Kami ber-12 diundang untuk menghadiri orientation process (OP) selama 3 hari di Jakarta. Buat kamu yang di luar jakarta, tenang aja, karena transportasi dari kota asal akan di-cover oleh Schneider Electric. Well, sebenarnya semua di-cover sih selama di Jakarta, jadi semacam ngga perlu bawa dompet pun ngga masalah hehe. They treated us like VIP’s, kok.

SECA Orientation Process

SECA Orientation Process

Secara singkat sih di OP ini kita diperkenalkan dengan Schneider Electric, apa aja produknya, business unitnya apa aja, dan seperti yang saya bilang tadi, they treated us like VIP’s, jadi yang menjelaskan adalah langsung Vice President dari masing-masing business unitnya. Bahkan ada satu sesi kita dinner bareng Vice Presidents dan Country President Schneider Electric Indonesia, seru banget. Kita bisa satu meja, sharing, tanya ini-itu sama beliau-beliau. Kesempatan emas banget, kan?

Selain itu juga kita juga diajak main laser game gitu, asik deh. Nah, kita juga diajarin gimana cara komunikasi yang baik dan langsung ditraining oleh tim dari NLP-Indonesia. Jadi NLP singkatnya adalah teknologi berpikir, berbahasa, berstrategi, dan bertindak, untuk mencapai hasil yang kita inginkan. Menurut saya itu salah satu sesi paling seru sih, sayang waktunya singkat banget. Dan diakhir acara sebelum kita kembali ke kota masing-masing, kita dibekali amunisi Schneider Electric Campus Ambassador, mulai dari polo shirt, pin, flashdisk dan sebagainya.

Nah, selama satu tahun jadi Campus Ambassador ngapain aja sih? Lanjut di part IV aja ya haha kepanjangan wink

Comment 1

  1. Pingback: Schneider Electric Campus Ambassador (II) · Thursday Talk

Leave a Reply