Sigma 30mm f/1.4

Sejak memiliki lensa 50mm di tahun 2012 lalu, saya langsung tau bahwa lensa selanjutnya yang akan saya miliki akan selalu lensa dengan fixed focal length, atau yang biasa disebut prime lens. Tapi pertanyaan selanjutnya adalah focal length berapa yang pas dengan cara atau gaya pengambilan gambar yang sering saya lakukan.

Ketika dengan 50mm lalu saya sering merasa terlalu sempit, kemudian 18.5mm di Fujifilm X70 dan 19mm di Sigma Art Lens kadang terasa terlalu lebar, maka saya tau bahwa focal length yang sesuai dengan cara saya mengambil gambar, ada di antara 50mm dan 20mm.

Di posisi pertengahan tersebut, kebetulan ada Sony 35mm F1.8 yang berada tepat di focal length ideal lengkap dengan optical image stabilization. Sempat tertarik untuk memingangnya, tapi karena saya sudah (pernah) jatuh cinta dengan tajamnya lensa Sigma, saya jadi penasaran untuk mencari pesaing Sony 35mm dari pabrikan Sigma. Dan di sanalah Sigma 30mm F1.4 muncul. Dengan harga yang kurang lebih sama, Sigma hadir dengan bukaan lensa dan dimensi yang lebih besar.

Buat saya, kelebihan lensa Sony ada di fitur OSS atau optical image stabilization, dimensi yang lebih ringkas dan tentu saja fokus yang lebih cepat. Sedangkan Sigma unggul di ketajaman gambar dan bukaan yang lebih lebar. Dengan pertimbangan saya jarang membuat video —di mana fitur image stabilization sangat dibutuhkan— dan lebih sering mengambil gambar, akhirnya saya menebus lensa buatan jepang ini dengan harga Rp 4.6 juta.

Sejak pertama kali memegang lensa Sigma 30mm F1.4, saya tau kalau lensa ini akan jadi lensa favorit. Mulai dari material karet yang menjadi grip untuk mengatur manual focus —dan pergerakannya yang sangat halus ketika diputar, sampai body metalnya yang membuat lensa ini terasa kokoh. Memang jadi terasa jauh lebih berat dibandingkan ketika memakai Sigma 19mm kemarin, tapi beratnya masih masuk akal untuk dibawa jalan-jalan.

“Compared to the significantly more expensive Zeiss 32mm f/1.8 and Sony’s own E 35mm f/1.8, the Sigma version is both sharper in the center and more consistent across the frame.” – DxOMark

Lensa dengan skor DxOMark tertinggi untuk Sony E-Mount ini memang enak banget sih ketika dipakai. Hasil gambarnya tajam, auto focus-nya juga ngga terlalu terasa bedanya dengan lensa native Sony. Selain itu bokeh yang dihasilkan juga sangat halus. Dan yang paling penting, dengan focal length 30mm saya selalu bisa mengambil frame sesuai dengan yang saya inginkan. Sukak!

hasil gambar sigma 30mm sony a6000

hasil gambar sigma 30mm sony

hasil image sigma 30mm sony

review sigma 30mm f1.4 sony

hasil review sigma 30mm lensa sony

review lensa sigma 30mm f1.4

review lens sigma 30mm f1.4

image result sigma 30mm f1.4

hasil kamera sony a6000

9 thoughts on “Sigma 30mm f/1.4

Leave a Reply