Akhir Pekan Untuk Bali

Baliii

Sebenarnya Bali tidak pernah masuk dalam travel bucket list saya, setidaknya sampai dua bulan yang lalu. Mereka yang cukup dekat dengan saya pasti paham bahwa bucket list saya berada pada destinasi-destinasi dengan aksara yang berbeda dengan Indonesia. Pun begitu dengan tahun ini, sebenarnya bukan tahun yang saya inginkan untuk berjalan-jalan, tapi semua berubah ketika keadaan “memaksa” saya untuk pergi sebentar dan ketika destinasi yang paling memungkinkan adalah Bali.

Continue reading “Akhir Pekan Untuk Bali”

Naik Bus Malam ke Kuala Lumpur

Ini semua berawal dari sebuah pertanyaan tentang bagaimana caranya bisa berada di Singapura dan Malaysia dalam dua hari tanpa mengeluarkan budget untuk menginap. Dan ternyata caranya cukup mudah, yaitu dengan meninggalkan Singapura di malam hari dengan overnight bus, dan tiba di Kuala Lumpur pagi hari-nya.

Sebenarnya dari berbagai referensi yang saya baca, katanya ada kereta tidur atau sleeper train dari Johor Bahru ke Kuala Lumpur seperti yang ada di India. Sayangnya sekarang kereta itu sudah ngga ada, sedih banget. Jadi mau ngga mau harus naik bus. Tapi tenang aja, karena ternyata bus malam di Malaysia itu nyaman banget dan ngga kebut-kebutan kaya bus malam di Indonesia.

Continue reading “Naik Bus Malam ke Kuala Lumpur”

The SGD 50 Trip

Saya sering ditanyai oleh saudara maupun teman perihal budget yang harus dipersiapkan untuk menikmati Singapura. Padahal saya juga baru sekali ke Singapura, itupun dibayarin sebuah perusahaan. Cie gitu.

Jadi ketika kemarin saya berkesempatan mampir kesana lagi, saya bikin semacam challenge; cuma berbekal selembar 50 dollar singapura untuk seharian menikmati Singapura. Ya sih, seyakin-yakinnya akan cukup memang, mengingat SGD 50 itu cukup banyak untuk seorang diri; tapi cukup untuk apa?

Continue reading “The SGD 50 Trip”

Sebuah Rencana

Entah suatu hari di bulan apa saya lupa, saya memutuskan untuk pergi ke Thailand di bulan November tahun ini —sendirian. Setelah mencari berbagai referensi baik cetak maupun digital, akhirnya saya memutuskan akan ke Bangkok sambil mampir sebentar ke Singapura. (1)

Maret 2016. Dalam sebuah percakapan hangat di sebuah kafe di kota Bandung, tercetus sebuah keinginan untuk pergi ke Thailand oleh Annisaa, yang tetiba membuat bibir saya gatal sekali ingin menyahut, “Yuk!” saat itu juga. Tapi saya urungkan, karena niatnya kan sendirian; dan juga karena alasan lain tentunya HEHE.

Dalam sebuah percakapan digital lainnya beberapa saat setelah itu, akhirnya saya membisikkan rencana trip ke Thailand saya ke Annisaa, dan kami sepakat bahwa ini tidak akan sekedar wacana. (2)

Continue reading “Sebuah Rencana”