Kostan 101 : Jakarta Selatan

Setelah dalam tiga bulan terakhir saya sudah dua kali pindah kostan, akhirnya saya sadar bahwa mencari kost-kostan itu bukan perkara mudah.

Semua orang juga tahu bahwa mencari tempat tinggal, baik rumah ataupun kostan atau apapun itu pada dasarnya akan menjadi mudah ketika sumber daya yang kita miliki lebih leluasa, misalnya uang. Sayangnnya sebagai anak baru Jakarta, saya belum seleluasa itu. Kemudian yang membuat segalanya makin rumit adalah sebagai orang Bandung yang biasa mendapatkan udara sejuk, saya ngga pernah bisa tahan dengan panasnya udara Ibu Kota sehingga menuntut saya untuk memiliki tempat tinggal dengan fasilitas pendingin ruangan, itu artinya saya juga tidak mungkin mengambil kostan dengan harga sekedarnya.

Continue reading “Kostan 101 : Jakarta Selatan”

iPhone 5s: Dua Tahun Kemudian

Coba tanya siapapun teman┬ádekat saya semasa kuliah, pasti mereka tau kalau dulu saya pernah menjadi seorang yang skeptis banget sama produk Apple. I was an android fanboy back in 2010 ketika blackberry lagi hype padahal lelet banget, “bagian mana dari blackberry yang smart sampai dia bisa disebut sebuah smartphone?”.

Memasuki masa kuliah, saya menjadi the microsoft-guy, melawan arus android dengan Lumia dan berhasil mempengaruhi beberapa orang untuk pakai Lumia juga. Frustasi dengan segala keterbatasan di Windows phone, dan ngga mau pakai Android yang terlihat “mengerikan”, tahun 2014 akhirnya saya luluh dan pakai produk apple untuk yang pertama kalinya, iPhone 5s. Bangga sih, bukan karena iPhone-nya, tapi karena berhasil beli dengan uang hasil jerih payah sendiri.

Continue reading “iPhone 5s: Dua Tahun Kemudian”