Review Fujifilm X70

(source: mariusmasalar.me)

Setelah sebulan lebih kamera ini berada di tangan —naik turun bukit dan kehujanan, masuk kabin pesawat, jalan-jalan di udara yang panas dan berdebu, berkali-kali masuk kantung celana jins, dan akhirnya jatuh disenggol teman!— sepertinya ini saat yang tepat untuk memberikan review awam Fujifillm X70 ala Agung Agriza.

FYI, Fujifilm X70 ini dirilis pada Februari 2016 lalu bersamaan dengan dirilisnya Fujifilm X-Pro2 yang merupakan kamera dengan segmen kelas profesional, jadi tentu saja bukan tandingan untuk X70. Perbandingan paling masuk akal tentu saja adalah saudara dekatnya yaitu Fujifilm X100T. Selain itu ada juga Ricoh GR II yang di atas kertas lebih pantas disebut sebagai saudara kembar dari X70 —beberapa tahun lalu, saya hampir beli Ricoh GR, lho!

Continue reading “Review Fujifilm X70”

Tentang Memilih Kamera (II) dan Atribut Dalam Sebuah Pilihan

Setelah melalui proses pencarian selama beberapa minggu, akhirnya pilihan saya jatuh pada Fujifilm X70; sebuah kamera yang justru tidak pernah masuk dalam daftar kamera untuk dipertimbangkan sebelumnya. Bahkan salah seorang teman sempat merespon dengan “Gue ngga nyangka akhirnya lo beli kamera ini, Gung, kayak bukan lo banget..” yang kemudian saya respon dengan tawa —“Justru gue rasa, ini kamera gue banget.”

Bahwa kita harus mengenal diri sendiri dulu sebelum orang lain itu benar adanya. Dalam kasus memilih kamera, ketika kita mengenali siapa dan apa yang akan kita lakukan dengan si kamera, dan mampu berdamai dengan ambisi, semuanya jadi lebih mudah. Bukan karena teman atau bisikan penjaga toko kamera —saran tentu ditampung, tapi keputusan tetap ada di tangan si calon pengguna kamera, kan?

Continue reading “Tentang Memilih Kamera (II) dan Atribut Dalam Sebuah Pilihan”