On Conversation

Maybe we had never met before, maybe we had. We could be complete strangers or long-lost friends. You could be a friend of a friend. And I may be attracted to you, or I may not be. But, if I ask you out for movie or coffee —or even if I just followed your account, it means I find you interesting and it would be my pleasure to engage in sincere human contact over conversation with you.

It doesn’t matter what movie or which coffee shop. It could be a run-down stall that serves black coffee with condensed milk, or a fancy cafe that serves a range of coffee with creative yet pretentious names. I’m not a coffee person but that’s okay. We could go to XXI or CGV for movie, or even go to foreign film festival, it really doesn’t matter.

Continue reading “On Conversation”

Movie : Spotlight

Dalam satu bulan terakhir, saya menyempatkan untuk menonton tiga buah film yang diputar di bioskop. Sayangnya, dua film pertama yang saya tonton ternyata tidak sesuai dengan ekspektasi. A Copy of My Mind dan Deadpool, meski kedua film ini laris manis di linimasa twitter, saya kok kurang suka ya dengan film karya Joko Anwar itu, begitu juga dengan Deadpool, keduanya terasa biasa banget untuk ukuran film yang ditunggu-tunggu kehadirannya di layar lebar. Kemudian karena saya masih merasa butuh asupan akan film bagus, saya akhirnya kembali lagi ke bioskop untuk menonton film yang ketiga bulan ini: Spotlight.

Continue reading “Movie : Spotlight”