#2

Barusan scrolling kebawah, baca-baca tulisan lama. Dan aku baru sadar ada satu hal yang terlewat di blog ini. Setelah lebih dari satu tahun bersama, ternyata tetap terlewatkan begitu saja. Kalau kata orang sih, hanya ada 2 kemungkinan penyebabnya; terlalu bahagia atau terlalu sengsara. HAHA

Aku selalu menganggap hidup ini merupakan sebuah skenario yang sudah disusun sedemikian rupa yang bahkan endingnya pun sudah ada. Lah, bukannya memang gitu? Iya sih, tapi entahlah, kadang Aku merasa bisa membaca cuplikan skenarioNya, memetakan jalan ceritanya, dan kembali bertanya-tanya bagaimana kelanjutannya.

Ini tentang sebuah kapal kecil yang berisikan belasan orang dengan motif dan latar belakang yang berbeda. Entah apa yang membuat belasan orang ini pada akhirnya diizinkan masuk ke kapal yang lebih pantas disebut perahu ini. Dan aku, orang yang sejak awal paling tidak puas dengan komposisi belasan orang ini, pada akhirnya mengambil alih nahkoda kapal. 

Pada akhirnya aku harus mengakui bahwa ketidakpuasanku berasal dari sebuah perasaan yang mengatakan bahwa aku dan mereka sangatlah berbeda. Ibarat air dan minyak dalam sebuah botol, kami bisa berdampingan, pun kami bergerak ke arah yang sama ketika botol terguncang, tapi tidak untuk menyatu. Dan hal ini terbukti ketika aku sebagai nahkoda menghasilkan keputusan-keputusan tidak populer dalam kapal. Yang menurut aku benar, kadang buat mereka salah, dan begitu juga sebaliknya. 

Bukan, bukan berarti aku tidak bahagia dalam kapal ini, justru aku belajar banyak sekali selama setahun lebih kebersamaan ini. Berbeda dengan kapal ‘pro #1’ yang aku tumpangi 3 tahun yang lalu, yang dimana aku tumbuh dan berkembang di dalamnya; di kapal ini, justru kestabilan emosi dan kebijaksanaanku sebagai nahkoda yang merasa berbeda-lah yang ditempa.

Akhir kata, aku sangat beruntung pernah menjadi bagian dari kapal ini. Sangat beruntung. Aku pernah ingin menyerah, mencoba untuk diam saja atau keluar dari kapal ini; tapi kehadiran dan dukungan mereka yang berbeda itulah justru yang menguatkanku. Aku mungkin perlu sedikit berbangga dengan kapal kecil ini, yang semakin baik dan semakin solid. Dengan berbagai keberhasilan yang kita capai, rasa-rasanya aku tidak ingin turun dari kapal ini.

Terima kasih kalian, #2.

Leave a Reply