24

“Agung tahun ini ulang tahun yang keberapa, sih?”

Kadang saya heran, mama itu pura-pura ngga tau apa gimana ya. Masa kemarin bilang saya lahir tanggal 18, padahal jelas-jelas sekeluarga semua lahir kelipatan lima, dan seingat saya sih, dulu mama yang pertama kali mendeklarasikan “Eh eh, kita semua lahir kelipatan lima, lho..” Terus kalau pas ngisi form keluarga untuk urusan administrasi sepertinya hafal. Yasudala, mungkin Mama gengsi kalau ketawan dia ingat ulang tahun saya HMMM.

Anyway, kalau rencana saya berhasil, tulisan ini akan di-publish ketika saya sedang berada di Phuket, Thailand. Semacam birthday-trip yang sebenarnya sudah saya rencanakan sejak lama. Awalnya ini akan menjadi semacam solo-birthday-trip, tapi ternyata terendus juga sama satu, kemudian jadi dua, dan akhirnya tiga orang teman saya.

“udah cukup, jangan nambah lagi, nanti banyak drama”

Berempat juga udah drama. Tapi entah kenapa walaupun belum pernah travelling bareng, saya merasa mereka ini akan menjadi travel partner yang pas buat saya; ngga rewel dan ngga baperan, mau diajak susah-senang dan mau ribet dikit. Mudah-mudahan lancar.

Dua puluh empat tahun! Semacam usia dimana ketika yang lain sudah tidak sabar ingin menikah, sudah mulai sebar undangan atau foto tunangan, sudah membuat rencana kapan akan menikahi sang kekasih, dan mulai bertanya-tanya sebenarnya apa tujuan kita.

Saya? Belum ingin menikah dalam waktu dekat. Saya justru mulai ingin sekolah lagi –lebih cepat dari perkiraan, ekspektasi mulai akan ingin sekolah lagi ketika sudah 3 tahun bekerja–, ingin banyak mengeksplor hal baru, dan lain-lain, kerjaan baru mungkin? bigsmile

Apapun itu, bersyukur banget sudah diberikan kesempatan untuk merasakan serunya kehidupan selama 24 tahun. Yang paling pasti cuma ingin makin rajin ibadah, sehat selalu, bahagia dan tetap dikelilingi orang-orang baik dan hebat, aamiin!

24. Let’s make it a good one, Gung!

 

 

 

Comments 2

Leave a Reply