Thoughts
Leave a comment

Aesthetics

Dalam beberapa hal, sering saya menemukan anggapan bahwa desain visual sebagai hal yang terpisah dan berbeda dari user experience (UX). Padahal ketika sebuah organisasi mulai mengadopsi user experience sebagai basis dalam menjalankan atau membangun sebuah produk dan layanan, memahami bahwa sebuah desain visual yang baik dapat mempengaruhi pengalaman pengguna, sangatlah penting untuk mencapai hasil yang luar biasa.

Suatu hari di sebuah laman LinkedIn saya menemukan sebuah tulisan dari seorang VP digital experiences sebuah bank, dimana beliau menyatakan kalau visual design is not a user experience. Masih dalam tulisan yang sama, beliau mengutarakan bahwa desain visual hanya berfokus pada tata letak, warna, dan yaa sekedar agar enak dilihat saja— aesthetically pleasing.

Mari kita bahas.

Kenapa visual desain atau estetika itu penting?

Jika kita mundur beberapa langkah dan kembali melihat manusia sebagai objek utama dalam pembahasan ini, maka kita akan sadar bahwa manusia dibentuk oleh apa yang dirasakan, apa yang didengar, dan apa yang dilihat. Maka, impresi atau kesan pertama yang didapatkan oleh seseorang, akan menciptakan ekspektasi atau harapan untuk interaksi-interaksi selanjutnya.

Maka, desain yang buruk secara langsung maupun tidak akan menciptakan kesan negatif terhadap sebuah produk, yang tentu saja akan mempengaruhi pengalaman pengguna secara keseluruhan.

“You never get a second chance to make a first impression” – Will Rogers

Yang tentu saja hal ini merupakan tanggung jawab seorang visual designer untuk menterjemahkan hasil dari desain UX melalui penggunaan warna, ruang, tipografi, ikonografi, dan fotografi. Dan dengan terbentuknya kontinyuitas atau kesinambungan antara desain visual dengan user experience, kita dapat meningkatkan user engagement, mempengaruhi emosi pengguna, dan menciptakan kepercayaan pengguna.

Dan mari diingat bahwa ketika kita bicara soal user experience, sebenarnya kita merujuk ke banyak disiplin ilmu seperti antropolog, researchers, testers, user experience designers, visual designers dan banyak lagi. Di mana semua disiplin ini akan berfokus pada human centre design.

Di sini kolaborasi adalah hal yang mutlak harus ada untuk mendapatkan pengalaman pengguna yang terbaik. Ngga akan bisa dicapai hanya dengan satu disiplin atau yang lain. Maka mencoba memisahkan desain visual dari user experience menurut saya bukan hal yang tepat. Bahkan bisa disebut sebagai sebuah kesalahan besar.

Menurut kamu?

Leave a Reply