Ah, it was me, pertengahan 2009. Dengan teman-teman saya yang memang saat itu cuma segitu, empat puluhan. Mereka ibarat lilin, ketika bandung masih begitu asing di mata saya.

Masing-masing lilin akan membawa saya ke jalan yang berbeda, menyusuri jalan yang berbeda. Sekarang saya sudah tidak tahu kemana para lilin-lilin itu. Mereka pergi, menerangi yang lain.

Karena terkadang kita harus menggenggam tangan kita sendiri untuk meyakinkan bahwa diri kita kuat. Dan terkadang kita juga harus melepas orang lain agar kita kembali bangkit.

Leave a Reply