April, a Wrap Up

People change. Apa kabar? Ternyata tahun ini penuh sekali, ya.

Pernah ngga sih terlintas dalam pikiran kapan kiranya kamu bakal berhenti berusaha akan suatu hal? Aku belum pernah, setidaknya sampai tahun lalu. Dan sampai pada akhirnya aku berhenti berusaha. Mungkin aku terlambat, mungkin seharusnya dari dulu saja. Mungkin aku terlalu naif, toh aku sudah pernah berkali-kali menulis dua kalimat terakhir itu, tapi kenyataannya? …

Tapi kita harus sadar bahwa ada kalanya orang yang masuk kedalam kehidupan kita memang hanya untuk sekedar lewat, kemudian memberikan kita pelajaran, kemudian pergi begitu saja. Dan tidak jarang pelajaran yang ditorehkan dapat meninggalkan kepedihan dan kesedihan. Tapi mungkin memang itu esensi dari menjalani hidup; Mata kita memang sesekali perlu dibasuh dengan air mata, agar kita bisa memandang hidup lebih jelas dari sebelumnya. No pain, no gain, kan?

Dan hey, ternyata kebahagiaan itu dekat, loh. Mereka ada disekeliling kita asal kita mau membuka diri dan sedikit lebih sensitif dengan anugerah Tuhan yang satu itu. Nah, tentang membuka diri; Perkenalkan, ini aku yang baru, setidaknya sejak dua bulan yang lalu. Tidak ada lagi seseorang yang memenuhi pikiranku. Tidak ada beban yang berlebihan atas seseorang yang aku prioritaskan. Mungkin belum ada. Tapi kini prioritas pertama adalah diri sendiri. 

Salam kenal.

Leave a Reply