Berjalan Lebih Cepat

Orang Indonesia itu jalannya lambat banget, klemar-klemer kalau kata orang jawa. Cuma di Jakarta yang menurut saya manusia-nya punya kecepatan jalan yang lumayan, apalagi kalau di jam berangkat kerja. Beberapa bahkan sampai emosi ketika orang di depan menghalangi laju kaki, padahal kan ngga gitu juga, mbak (sengaja pakai ‘mbak’ soalnya yang gampang emosian di jalur pedestrian biasanya mbak-mbak kantoran).

Saya mungkin termasuk orang Indonesia yang jalannya bisa dibilang tidak terlalu lambat, bahkan beberapa kali saya diprotes oleh teman-teman karena saya berjalan terlalu cepat. Seringnya sih, saya yang protes kenapa mereka berjalan sangat lambat sampai-sampai saya harus menoleh kebelakang dan berhenti sekian detik untuk menyamakan posisi dan kemudian jalan lagi dan begitu seterusnya sampai kami tiba di lokasi yang diinginkan. Iya, kayak ngasuh bebek. Bahkan yang paling parah adalah saya pernah kehilangan rombongan karena saya jalan sendirian di depan.

escalator

Manusia-manusia di Singapura, sepengamatan saya punya kecepatan yang jauh lebih cepat dari orang-orang di Jakarta. Bahkan eskalator disana jauh lebih cepat daripada eskalator di Indonesia, jadi kalau belum terbiasa pasti agak terjungkal ke belakang badan kita. Masih tentang Singapura, menurut penelitian yang dilakukan oleh British Council tahun 2007 lalu, Singapura bahkan menjadi kota tercepat di dunia dalam hal berjalan kaki. Kok bisa ya?

Karena penasaran, saya beberapa kali sempat menirukan cara dan kecepatan berjalan kaki mereka lengkap dengan headset terpasang di telinga seperti kebanyakan pejalan kaki disana ketika main ke Singapura tahun lalu, dan hasilnya adalah bulir keringat dan nafas yang ngos-ngosan.

Masih karena penasaran, kadang kalau saya sedang berjalan kaki di sekitaran kantor di Mega kuningan, saya sengaja balapan jalan kaki dengan para ekspatriat yang juga berjalan di trotoar yang sama dengan saya. Seringnya sih saya kalah, bahkan saya pernah ketinggalan hampir 10 detik padahal itu saya sudah melakukan jalan cepat dan dia biasa aja. Iya, dia biasa aja dan pakai setelan jas lengkap di bawah teriknya matahari Ibu kota. Salut.

Dalam penelitiannya, Robert Levine mengatakan bahwa semakin tinggi G.D.P sebuah negara, yang biasanya juga disertai dengan semakin tingginya individualisme masyarakat-nya, semakin tinggi juga laju kehidupan termasuk kecepatan berjalan kaki masyarakat-nya.

Baiklah, mungkin kita memang perlu sedikit berjalan lebih cepat, tidur lebih cepat, bangun juga lebih cepat dan melakukan semuanya lebih cepat, tanpa harus menjadi lebih individualis tentu saja. Mungkin dengan begitu kita bisa sedikit lebih maju dengan cepat dan tepat, bukan maju yang terburu-buru.

One Reply

Leave a Reply