butuh

Apa benar orang-orang diluar sana benar-benar membutuhkan barang mewah yang mereka miliki? Sebelumnya, let’s say barang mewah yang saya maksud adalah gadget seperti smartphone atau gadget lainnya. Anggap saja featured phone seperti yang saya miliki saat ini bukan barang mewah, karena hampir semua orang sekarang punya cellphone dengan spesifikasi seperti yang saya miliki even better.

Anggap saja tulisan ini adalah pemikiran impulsif saya pribadi dari satu sudut pandang, tanpa ingin memonjokkan pihak tertentu. Jujur saja ini semua berawal dari kejadian sekitar.. 50 menit yang lalu, dimana saya menolak tawaran dari ayah saya untuk dibelikan sebuah gadget. 

Sebuah gadget yang sebenarnya sudah sejak lama saya inginkan, namun ketika muncul tawaran itu, saya justru menolaknya. Begini, yang sangat pertama kali muncul dipikiran saya ketika itu adalah, apa saya benar-benar membutuhkannya? Dan nyatanya setelah dipikir-pikir, tidak juga. Saya berpikir cukup lama untuk pertanyaan itu, dan akhirnya yaa, memang saya tidak terlalu membutuhkannya.

Lalu pertanyaan kedua, apa dengan menggunakan barang tersebut saya menjadi lebih produktif? Dan lagi-lagi saya berfikir cukup lama untuk pertanyaan ini dan nyatanya, tidak. Saya mencoba menganalogikannya dengan teman saya yang memakai smartphone. Lalu saya kembali bertanya, apa dia lebih produktif dari saya yang pengguna featured phone ini? Dan jawabannya adalah NO. Apa saya kehilangan banyak teman? No. Apa saya ketinggalan berita? No. Apa saya ketinggalan teknologi? I guess not. Lalu apa? Saya coba telusuri lagi jawaban-jawaban yang sekiranya bisa membuat saya menerima tawaran ayah saya ini, namun sepertinya untuk saat ini belum ada jawaban tersebut.

Gimana ya, menurut saya itu beban moral ketika saya tidak bisa menjadi lebih baik dengan apa yang diberikan oleh orang tua saya. Saya masih nyaman dengan apa yang saya miliki, saya masih produktif, saya masih keren, saya masih punya banyak teman. Jadi, saya menolak tawaran ayah saya untuk saat ini. Terima kasih sebelumnya buat tawaran menariknya, mungkin lain kali ketika saya benar-benar membutuhkannya.

Love you, dad.

Leave a Reply