Dear tumblr,

Belakangan aku selalu mengawali sebuah tulisan dengan kata ‘Dear’ terlebih bila itu ditujukan untuk seseorang. Meski benci untuk mengakui, iya, itu budaya korporasi yang semakin melekat dalam keseharianku.

Dear tumblr, 

Kemarin-kemarin rasanya kamu ramai dibicarakan di berbagai media online di negeri ini. Katanya kamu akan diblokir. Aku marah, lalu aku hubungi orang yang berwenang dalam hal blokir-blokiran ini. Tidak lama, isu itu pun dicabut. Kamu tau mblr? Isu itu bukan dicabut, tapi dipending, bahkan kemungkinan kedepannya tidak hanya kamu, tapi juga teman-temanmu berkesempatan untuk diblokir. 

Aku mau ngebelain kamu tapi rasanya percuma, toh aku juga sudah jarang nulis disini. Tapi aku yakin masih banyak yang butuh kamu kok, mblr. Dan kamu harus tau, sebulan sebelum isu pemblokiran itu muncul aku sudah migrasi ke thursdaytalk.in mblr, seolah aku tahu kamu akan diblokir sebulan kemudian. Sampai adira (yang juga sudah pindah karena ajakanku) sempat bilang bahwa ini adalah kepindahan di waktu yang tepat, aku tersenyum. Konten-konten disini juga sudah aku backup, meski tidak akan aku hapus. Kamu, tidak akan aku hapus, Mblr. Tidak akan pernah.

Mblr, sekarang aku boleh dibilang sedang mengejar cita-citaku dan membangun mimpi-mimpiku, doakan ya. Lain kali, kita cerita-cerita lagi. Sampai jumpa!

Leave a Reply