Harus lebih sering ditolak

Saya baru menyadari tentang kelemahan saya yang paling.. menurut saya paling menyebalkan. Jadi kelemahan saya ini adalah sebuah perasaan. Perasaan kesal yang amat sangat. Sampai-sampai dada rasanya penuh sesak. Bahkan sampai tidak bisa tidur.

Iya, jadi saya baru saja ditolak oleh sesuatu gitu. Nah, kelemahan saya adalah tidak bisa menerima penolakan. Entahlah, mungkin karena saya tidak biasa ditolak. Kurang lebih begitulah hasil dari analisa saya. Selama ini saya sangat jarang mengalami penolakan. Bisa dihitung dengan jari. Diterima.. diterima.. dan diterima. Ternyata tidak selamanya penerimaan adalah hal yang baik. Kadang kita harus ditolak juga, kadang kita harus jatuh juga, karena itulah yang akan bikin kita bangkit, dan melompat lebih tinggi lagi. *tsah!

Oke jadi, kesimpulannya. Saya tidak bisa menerima penolakan. Bukan kekalahan ya, tapi penolakan. Tapi penolakan yang disertai kekalahan, itu senjata terkuat untuk membunuh saya. Singkatnya, saya belum lapang dada. Dan agar saya bisa lebih berlapang dada, saya harus sering ditolak. Mumpung masih muda!

Leave a Reply