hmdl

Ada hal-hal di dunia ini yang terjadi begitu saja tanpa pernah memberikan kesempatan pada kita untuk memahaminya, mencernanya lebih dulu. Sejauh ini kita hanya mencoba menjelaskan apa yang kita rasa kita mampu untuk jelaskan, padahal? null

Dua bulan, tiga tahun, atau lima tahun yang lalu, mana pernah terbesit dalam pikiran bahwa aku akan lulus dengan cara seperti itu; dengan cara yang banyak orang bilang terlalu lancar untuk disebut sebuah kelulusan. Di sisi langit yang lain, banyak yang menyebut kelulusanku kemarin adalah benar-benar sebuah kelulusan, lulus yang hakiki kata mereka.

Aku lebih setuju yang kedua, pun tidak menyangkal yang pertama. Hidup ini adil, kok. Prinsip itu yang selama ini selalu aku pegang.

Bagi mereka yang menganggap kelulusanku kemarin adalah sebenar-benarnya kelulusan, pastilah mereka yang ada disini ketika aku sedang berjuang menyelesaikannya. Pastilah mereka orang-orang yang pernah melihat kedua bola mataku berkaca-kaca, bengkak, bahkan sembab oleh air mata. Pastilah mereka orang-orang yang selalu menawarkan pundak dan telinganya ketika langitku tak sedang cerah.

Bagi mereka yang menganggap ini semua lancar, pastilah tidak ada disini ketika aku sedang berjuang. Bagi mereka yang menganggap ini semua mudah, pastilah tidak tahu menahu tentang perjuangan dibaliknya. 

Aku tidak berani sesumbar mengatakan ini lancar, aku lebih memilih untuk menyebutnya ‘dilancarkan’, karena aku selalu merasakan ada sesuatu yang terlibat, yang tidak kasat mata namun dapat dirasa; yang oleh karenanya lah semua urusan ini dapat terselesaikan dengan baik. Alhamdulillah.

*alhamdulillah penulis telah menyelesaikan sidang sarjana pada tanggal 17 Juni 2015 dan menandatangani kontrak profesional pertamanya pada tanggal 22 Juni 2015. What’s next?

Leave a Reply