(hug)

“Tahun 2015 ini bener-bener tahun ujian buat gue, semacam akan naik level, lah”, kurang lebih itu yang sempat aku katakan kepada Ilham disela perbincangan santai beberapa minggu yang lalu. Dan.. iya, memang benar-benar diuji. Dan sabtu kemarin, mungkin adalah ujian yang paling berat yang pernah aku alami.

Ibarat kata, sabtu lalu adalah hari dimana berjalan pun rasanya susah, tatapan matapun rasanya selalu diselimuti air mata, semuanya terasa berat. Beruntung aku punya sahabat-sahabat terbaik yang… Ya Tuhan, bahkan aku terharu melihat mereka. Engga pernah nyangka aja ternyata begitu banyak orang yang perhatian dan sayang sama aku. Mungkin aku terlalu bodoh selama ini menganggap hanya segelintir orang yang peduli sama aku, dan hanya segelintir orang itu pulalah yang pantas untuk aku pedulikan. Tapi ya ternyata kondisi ideal itu memang tidak bisa menggambarkan siapa sebenarnya sahabat dan teman lo. Semua bisa tergambarkan ketika kita sedang terpuruk.

Apa ya, ibaratnya tanpa mereka semua kemarin, mungkin aku ngga akan bisa recovery secepat ini. Tanpa mereka yang datang, memeluk dan menghibur mungkin aku udah bingung harus apa harus bagaimana harus cerita kesiapa. Iya, saudara-saudara ada tapi beda, beda aja. 

Aku tau kebaikan mereka semua ngga akan cukup dibalas hanya dengan sebuah tulisan pendek ini. Tapi setidaknya ketika suatu hari nanti aku kembali merasa kesepian, aku bisa membaca tulisan ini dan mengingat betapa banyaknya orang-orang terbaik yang pernah ada disaat terburukku;

Tentang Ilham dan Adira yang datang ke rumah sakit tidak lama setelah meninggalnya Papa, padahal Adira lagi ngga enak badan. Terus rela menemani sampai aku selesai mengurus jenazah Papa dan berlanjut di rumah. Tentang Naila yang langsung nelpon dan ingin berangkat ke Bandung ketika tau berita duka ini. Yang rela ngasih support dan perhatian tiap saat sampai aku benar-benar bisa tenang.

Tentang Fiky, Diki, Unay, Fauzan, Hilman, Lukfi, Zamzam, Irwan, Dhena, Lala (dan Pak Heru), Randy, Abrar, Frans, Dimas, Dimas Anggoro, Novalino, Bagus, Deden, Esti, Cilo, Ia, Rivaldi, Fakhri, yang sudah ikut mensholatkan dan memakamkan dan nemenin ngobrol sampai gelap. Padahal aku tau kalian pasti sudah punya banyak rencana buat hari itu.

Tentang keluarga sispromasi; Fazri, Ogi, Vita, Mimi, Ayu, Merici, Althob, Marjan, dan satu lagi lupa namanya yang rela dateng malam-malam hujan-hujan padahal kalian abis rapat pasti capek. Tentang Kika yang minggu pagi udah dateng sendirian, yang malah aku tinggal keluar. Untung datang Nusem, Osin, Maman, Gifta, Farah, Sakya, sama Uga. 

Tentang temen-temen HMTI; Naufal sama Auringga yang aku tau kalian pasti banyak urusan di kampus soal responsi dan lain-lain tapi nyempetin dateng ke rumah. Tentang Zahra, Yogi, Rici yang rela datang jauh-jauh dari jakarta dan sekitarnya untuk ke Bandung cuma untuk datang ke rumah terus balik lagi ke Cikarang. Tentang Valdy, Dian, Amy, Decky yang maghrib-maghrib hujan rela dateng ke rumah. Gea, Kepkep, Andre, Bule dan semuanya yang ngga bisa disebutin satu-satu.

Terbaik, kalian terbaik. Serius ngga nyangka punya keluarga sebesar ini.

Terima kasih banyak ❤

Leave a Reply