Kita pernah bersua dalam hangatnya senja. Tertawa terpingkal sejadi-jadinya sampai jatuh air mata. Terus tertawa sampai lupa, bahwa kita tidak akan selamanya. Kini langit sudah gulita dan kau pergi tanpa lambaian tangan. Lirih kau ucapkan, “… datanglah padaku bila ingin bercerita”.

Kita pernah punya cerita yang hangat dan ceria. Tapi kau menghilang tepat ketika aku ingin lebih dari sekedar bercerita. Aku kehilanganmu tepat ketika ingin memulai rasa. Kini tidak ada lagi tawa diantara kita. Kau di siangmu, dan aku di malamku. Tidak ada lagi kita. Tidak akan ada lagi tentang kita.

Leave a Reply