Kostan 101 : Jakarta Selatan

Setelah dalam tiga bulan terakhir saya sudah dua kali pindah kostan, akhirnya saya sadar bahwa mencari kost-kostan itu bukan perkara mudah.

Semua orang juga tahu bahwa mencari tempat tinggal, baik rumah ataupun kostan atau apapun itu pada dasarnya akan menjadi mudah ketika sumber daya yang kita miliki lebih leluasa, misalnya uang. Sayangnnya sebagai anak baru Jakarta, saya belum seleluasa itu. Kemudian yang membuat segalanya makin rumit adalah sebagai orang Bandung yang biasa mendapatkan udara sejuk, saya ngga pernah bisa tahan dengan panasnya udara Ibu Kota sehingga menuntut saya untuk memiliki tempat tinggal dengan fasilitas pendingin ruangan, itu artinya saya juga tidak mungkin mengambil kostan dengan harga sekedarnya.

Selain fasilitas dan harga, tentu saja ada beberapa hal yang harus jadi bahan pertimbangan, dan buat saya, itu adalah jarak dari kostan ke kantor dan juga kenyamanan dari kamar kost itu sendiri.

Biasanya saya selalu mengawali pencarian kost dengan menjawab pertanyaan-pertanyaan seperti (1) Sesering apa saya akan berada di kamar kost? (2) Berapa alokasi budget maksimal untuk kamar kost? (3) Fasilitas apa yang mutlak harus ada di kamar kost?

Setelah mendefinisikan semua itu tadi, yang biasanya saya lakukan adalah membuat daftar prioritas. Dan ini adalah daftar prioritas saya:

1. AC (Pendingin ruangan)

Semua boleh bilang saya manja, atau apapun. Tapi belajar dari pengalaman ketika sembilan bulan pertama di Jakarta saya habiskan di kamar dengan fasilitas kipas angin, dimana hampir tiap malam saya tidur bermandikan keringat. Ternyata, keringat yang menumpuk di bantal juga di badan yang kemudian bertemu dengan debu berterbangan yang ditiupkan oleh kipas angin ini berdampak buruk buat kesehatan saya. Dan atas saran dari Mama, akhirnya saya memutuskan untuk pindah ke tempat yang ber-AC.

dorm di luar negeri

2. Lokasi

Kostan kedua saya berada tidak jauh dari kostan pertama saya, berada di sebuah gang yang sebenarnya terlihat cukup bersih, dekat kemana-mana dan sudah berpendingin ruangan juga. Tapi sayang, karena di gang tersebut terdapat selokan, maka serangan kecoa tidak dapat dihindarkan. Bayangkan, minimal ada satu kecoa dalam sehari yang menghampiri kamar saya. Dari sini saya belajar, bahwa lokasi itu penting. Di dalam gang sebenarnya tidak masalah asalkan tidak mengundang hewan-hewan kotor seperti kecoa dan tikus.

Selain itu, lokasi yang semakin dekat dengan kantor tentu semakin baik, bisa berjalan kaki menuju kantor. Sayangnya, kantor saya berada di daerah yang termasuk daerah paling mahal di Jakarta, artinya saya memang harus siap keluar uang lebih untuk lebih dekat dengan kantor.

3. Harga

Di daerah Setiabudi dan Kuningan, Jakarta selatan ini, untuk kamar kost yang (menurut saya) layak huni memiliki harga mulai dari 1 jutaan per bulan untuk yang non-AC, dan 1.5 jutaan perbulan untuk yang AC. Perbedaannya kemudian akan ditentukan oleh fasilitas yang didapat, seperti fasilitas cuci, tv kabel, kamar mandi dalam atau luar, dan sebagainya.

Semakin keluar dari daerah ini, harganya cenderung semakin murah. Misalnya daerah Tebet, Mampang dan Benhil, dari hasil cari-cari, ternyata dengan fasilitas yang sama kita bisa mendapatkan harga yang sedikit lebih murah dibandingkan dengan kostan daerah Setiabudi dan Kuningan. Tapi balik lagi, trade-offnya adalah jarak ke kantor.

4. Fasilitas

Yang paling umum biasanya sih wifi, kamar mandi dalam, cuci-setrika (laundry), dan listrik. Ini sengaja saya simpan di urutan paling belakang karena kalaupun ngga ada cenderung bisa diakalin.

Misalnya wifi, saya ngga butuh-butuh banget sih sama wifi, karena paket internet saya juga sudah banyak :)) Kemudian kamar mandi dalam, sebenarnya ngga masalah kalaupun di luar asalkan bersih dan ngga ngantri berjam-jam. Untuk cuci-setrika bisa diakalin dengan laundry yang tersebar disekitaran kost, ataupun nyuci sendiri sekalian belajar mandiri. Terakhir listrik, biasanya kostan jaman sekarang pakai listrik prabayar, tapi karena saya ngga bawa TV, kulkas dan AC nyala hanya beberapa jam saja, jadi rasanya listrik prabayar bukan opsi yang buruk.

***

Memilih kost-kostan memang gampang-gampang susah. Terlebih dengan banyaknya pilihan sekaligus batasan-batasan yang kita tetapkan sendiri. Sempat saya berkelakar bahwa mencari kostan itu ibarat mencari pasangan; sudah cari jauh-jauh keliling, eh taunya dapatnya yang dekat-dekat sini juga bigsmile

 

Comments 8

  1. z. imama 26 July 2016

    Halo, Agung! Gue baru baca postingan ini, ceritanya terdampar ke blog elo karena lagi cari-cari review kos-kosan di area Setiabudi dan Karet. Boleh tanya, kos-kosan elo yang setiap hari kena mampir kecoa itu di manakah? Gue insekyur nih, soalnya weekend ini mau pindah kosan ke area Setiabudi, huhuhu. Thanks in advance!

Leave a Reply