path(s)

Bukan kali pertama pertanyaan ini muncul, bukan juga yang kedua atau ketiga kali. Hanya saja, belakangan pertanyaan ini lebih sering muncul di kepala ketimbang pertanyaan-pertanyaan lain. Tentu saja setelah jawaban atas keputusan desain sendok mcflurry terjawab HAHA 

Kemudian dalam suatu malam yang cukup tenang, ketika hanya kaki yang ditekuk itu yang menjadi sandaran tubuhku, untuk pertama kali aku mempertanyakan hal ini kepada orang selain diriku; Aku nanti jadi apa, ya, Wit?

Dengan kaki yang masih ditekuk, kamu, tentu saja dengan santainya menjawab; jadi Presiden. Aku tersenyum mendengar jawabanmu, teringat akan apa yang sempat Mama celetukkan padaku di suatu sore. Kemudian aku bercerita kepadamu tentang apa yang sudah aku lalui 4 tahun belakangan ini. Tentang bidang yang sudah aku alami, tentang peran yang sudah aku mainkan, yang.. sepertinya sama sekali tidak menunjukkan akan kemana aku kedepannya. Semuanya masih berupa puzzle, acak.

Benci, adalah alasan kenapa aku mempertanyakannya. Iya, aku semakin hari semakin benci dengan pertanyaan yang seakan-akan aku harus menjadi sesuatu dikemudian hari. Bukan, bukan karena aku belum tau akan jadi apa nanti, tapi lebih karena.. apa ya, benci karena those questions implies I have to be one thing and one thing only. Iyabanyak orang yang sudah tau harus dan akan jadi apa kedepannya, bagus. Tapi mungkin aku adalah tipe orang yang ingin melakukan begitu banyak hal dalam waktu yang sangat sedikit ini; Do so much in such little time. Seterbatas itukah pilihan untuk hidup? DEG.

/beberapa hari menjelang seminar, beberapa minggu menjelang deadline tugas akhir/

Leave a Reply