Perayaan Atas Kegagalan

Tadi sore saya menyaksikan tim kelas saya bermain di final sebuah kompetisi futsal fakultas angkatan 2011. Iya, ini final. Itu artinya tim kami sudah mengalahkan berbagai tim. Begitu juga dengan tim lawan. Hebat? Jelas.

Pertandingan berjalan sengit. Sampai pada akhirnya kami unggul, dan kurang satu menit lagi kami akan merayakan kemenangan. Tapi lihat, keadaan berbalik secepat itu. Tim kami kalah dengan ketertinggalan dua gol. Dan tim lawan berpesta atas kemenangannya.

Ini tidak lucu. Ini membosankan. Bagaimana bisa manusia bertahan selama ini dengan peraturan seperti itu: Yang menang yang berpesta.

Kalau boleh saya menciptakan sebuah perayaan atau pesta yang baru, saya akan menciptakan sebuah Pesta atas kegagalan ke-kurang berhasil-an. Dan semua orang wajib merayakannya.

Kenapa? Karena semua orang pantas untuk diberikan sebuah penghargaan. Bukan hanya yang berhasil atau menang saja. Yang kurang berhasil atau kalah juga belum tentu mereka tidak berjuang kan? Lantas apakah tidak ada sedikitpun apresiasi bagi perjuangannya itu? Apakah setiap ke-kurang berhasil-an harus diakhiri dengan kesedihan? Tidak, kan?

Dan justru, menurut saya, yang paling harus diberi selamat, diberi hadiah, diberi sesuatu yang luar biasa itu adalah mereka-mereka yang kurang berhasil, mereka-mereka yang gagal. Karena mereka sebenarnya telah memenangkan sebuah kompetisi yang sangat besar. Yaitu kompetisi untuk menerima kegagalannya tersebut.

Karena menerima kegagalan bukanlah hal yang mudah. 

Leave a Reply