Resureksi

Belakangan saya sadar akan beberapa hal;

Bahwa apa yang terjadi pada kita —benar-benar— tergantung pada bagaimana kita melihat hidup itu sendiri. Keberpihakan semesta pada kita tergantung bagaimana kita memilih peran dan sudut pandang; optimistis atau pesimistis, positif atau negatif dan berlanjut atau berhenti.

Bahwa hal tersulit ternyata bukanlah bagaimana cara mendapatkan penampilan fisik yang menarik atau bagaimana mendapatkan banyak materi. Bukan juga tentang bagaimana kita mendapatkan sesuatu yang membuat semua orang berdecak kagum. Tapi hal yang paling sulit adalah menjadi manusia yang sederhana, yang baik, yang bisa lempeng aja tanpa envy kanan kiri. Yang paling sulit adalah untuk bisa bersyukur terhadap apapun yang kita miliki, open minded tapi tetap konsisten pada prinsip. Ketika kita bisa hidup tanpa peduli apa kata orang lain; hidup yang tanpa pencitraan.

Lagian bisa bertahan sampai kapan pandangan positif orang lain terhadap kita?

One thought on “Resureksi

  1. betapa sering saat kita melihat sosmed milik orang lain yang tidak jarang menampakkan ‘kesempurnaan’ hidupnya sehingga mengurangi rasa syukur akan nikmat yang ada pada diri kita..

Leave a Reply