Surabaya

nggak pernah sebelumnya terbayangkan kalau saya akan benar-benar pergi ke kota itu, dengan uang saya sendiri. kurang lebih tiga atau empat bulan yang lalu, ketika saya memutuskan untuk menyisihkan uang jajan untuk pergi ke surabaya. sumpah berat. Apalagi kebutuhan selama kuliah yang besar membuat saya harus bener-bener pinter manage uang, bahkan nyaris jatuh tipes karena jarang makan :))

Kenapa nggak pakai uang orangtua? Jelas, tidak akan diizinkan. 

dari SD saya nggak pernah berhasil nabung lebih dari tiga ratus ribu rupiah, tapi kali ini, saya berhasil. Satu juta sekian ada ditangan. Dan godaan mulai datang. Gadget-gadget keren bermunculan, sepatu-sepatu keren banting harga, dan semuanya bikin merinding.

ditengah-tengah perjalanan, saya sempat berfikir bahwa, sepertinya sayang kalau cuma dipakai pergi ke surabaya. Dikumpulkan susah payah, akan habis dalam beberapa hari. Nggak berbekas. Mending beli gadget, ditambahin sedikit sama papa, pasti bisa beli gadget terbaru. Beli sepatu baru juga, pasti masih sisa banyak jadi bisa buat beli yang lain.

Ilham juga pernah bilang, kalau saya nggak usah ke surabaya, mending beli handphone. Kemudian galau.

Tapi ada sesuatu yang bikin saya nggak bisa nolak untuk datang ke surabaya, Cinta.

Sok paham, sok iye dan sok paling ngerti apa itu cinta. Tapi ini tumblr saya, jadi saya bebas dong mau nulis apa :)) . Setelah ini akan banyak lagi tulisan-tulisan vulgar lainnya. Yang nggak kuat silahkan unfollow sebelum terlambat bigsmile

Leave a Reply