Tentang Bitcoin

Bitcoin ini selalu menarik untuk dijadikan bahan obrolan, bahkan setidaknya empat orang teman saya jadi ikut masuk ke crypto market setelah saya ceritakan tentang Bitcoin dan cryptocurrency.

Jadi ceritanya, sejak akhir tahun 2017 lalu saya memberanikan diri membeli coin pertama saya, meski tentu saja dengan nilai yang tidak besar karena memang tujuannya hanya untuk coba-coba. Dan seperti kebanyakan orang, awalnya saya skeptis. Tapi karena makin kesini semakin menarik, saya mencoba mengerti dan mendalami tentang cryptocurrency —bahkan secara ngga langsung sampai belajar chart analysis.

Kalau dibilang investasi, menurut saya sih sebenarnya bukan ya. Anggap saja cryptocurrency itu seperti dollar atau mata uang lainnya tapi dalam bentuk digital. Jadi buat saya, beli Bitcoin ataupun cryptocurrency lainnya itu ya sekedar memindahkan nilai uang aja dari Rupiah ke mata uang digital seperti BTC, ETH, XRP, atau yang lain.

Dulunya, Bitcoin diciptakan sebagai alat pembayaran digital yang dapat digunakan secara global tanpa batasan geografi. Jadi misalnya kita beli barang di US, bayarnya pakai crypto ngga perlu credit card dengan segala fee tambahannya.

chart analysis

Memang betul Bank Indonesia melarang bitcoin, tapi yang dilarang adalah sebagai alat pembayaran. Sama seperti dollar juga kan dilarang digunakan sebagai alat pembayaran di Indonesia. Tapi wajar aja ketika pemerintah dalam hal ini Bank Indonesia seakan tidak suka dengan bitcoin, sederhananya ya karena kalau kita semua pakai mata uang crypto dan bertransaksi pakai crypto, negara ngga bisa mengatur kebijakan moneter seperti menurunkan dan menaikkan suku bunga atau mengendalikan laju inflasi. Kalau teknologinya sih, Bank indonesia sudah menerapkan blockchain di sistemnya. Mungkin analoginya bisa dikatakan mirip-mirip seperti taksi konvensional dulu menolak taksi dan ojek online, sampai minta tolong ke pemerintah untuk dilarang keberadaannya.

bitcoin volatilitas
Crypto market

Kekurangan dari Bitcoin dan cryptocurrency ini untuk saat ini adalah volatilitasnya yang tinggi karena pembentukan harga bitcoin ini murni berdasarkan demand dan supply. Benar-benar mekanisme pasar. Tapi ya wajar volatilitasnya tinggi, karena penggunaannya kan belum banyak.

Selain itu ada beberapa pihak yang menyebut bitcoin ini bubble yang siap pecah kapan aja. Yaa.. who knows? Tapi dari tahun 2012-an juga udah ada isu bubble ini. Bukannya dulu emas dan barang komoditas lainnya juga sempat diterpa isu bubble?

Nah, kalau ditanya udah untung apa belum, jawabannya ya sudah keduanya. Karena kebetulan saya bukan tipe orang yang tiap hari mantengin trading chart, jadi saya pernah loss, pernah profit juga. Balik lagi, karena volatilitasnya tinggi, bisa tiap jam berubah harganya, kalau mau profit terus ya sepertinya sih harus jadi daily trader.

Jadi, sudah siap beli coin digital pertama kamu? wink

Leave a Reply