Thoughts
Leave a comment

Wrap up

It was a failure. Harus saya akui 2017 lalu tidak lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya. Tentu saja karena sepanjang tahun kemarin ada beberapa hal yang sebenarnya ingin saya lakukan tapi nyatanya belum berhasil terwujud. Dan hari pertama di tahun 2018 kemarin adalah momen yang tepat untuk menyadari semua itu; ketika tiba-tiba ingatan tentang kegagalan yang saya alami sepanjang 2017 sepakat menghajar memori saya pagi itu. Sayang mereka datang terlambat.

Tapi dibalik semua itu, tentu jauh lebih banyak hal yang sepatutnya saya syukuri di sepanjang 2017 —tentang saya yang akhirnya (insyaallah) sembuh dari problematika pencernaan, tentang segala pencapaian tahunan meskipun gagal straight-4, tentang keluarga yang sehat dan baik-baik saja, tentang teman dan sahabat saya yang baik dan semakin baik, tentang semua tempat baru, ilmu baru dan orang baru yang saya temui, tentang kebaikan dan segala yang menjadi lebih baik, tentang kesempatan dan kegagalan yang tentu saja tetap patut disyukuri. Terima kasih!

Dan yang paling utama dari 2017 lalu adalah peran mereka-mereka ini di sepanjang tahun. Twenty seventeen would be nothing without you peeps, I love you!

 

What’s next? Satu hal yang pasti saya akan semakin meninggalkan media sosial. Setelah 2016 saya berhasil lepas dari Facebook, 2017 lepas dari Path, tahun ini mungkin saya akan pelan-pelan menjauh dari yang namanya Instagram. Iya menjauh, karena sepertinya saya akan tetap memposting beberapa gambar di sana tapi tidak akan sesering kemarin-kemarin.

Dan seperti tahun lalu, untuk tahun ini tidak akan ada resolusi-resolusian. Oke sebenernya ada, dan itu sudah saya simpan di wish jar yang akan saya dan tim buka satu tahun lagi —tapi lebih ke resolusi dalam hal karir sih dan portofolio cryptocurrency. Secara pribadi saya ngga bikin resolusi apa-apa, sekedar “I’m ready for this” aja. Ready for the hurt, for the love, for the opportunity. Ready for whatever is coming my way.

Bismillah!

Leave a Reply