Yang Menarik Dengan Oppo dan Vivo

source: gadgetmatch.com

Berawal dari sebuah pencarian yang saya lakukan tentang smartphone android yang sekiranya bisa menggantikan iPhone 5s yang sudah berusia hampir 3 tahun ini, saya menemukan beberapa hal yang menarik mengenai dua brand smartphone yang bisa dibilang anak baru, tapi pencapaiannya sudah sangat luar biasa, yaitu Oppo dan Vivo.

Oppo dan Vivo merupakan brand smartphone yang berasal dari China, dan pada dasarnya kedua brand tersebut berasal dari induk yang sama, yaitu BBK. Jadi jangan heran kalau desain dan fitur dari smartphone besutan kedua brand ini mirip-mirip, ibarat Xenia dan Avanza.

Saya masih ingat betul ketika Oppo pertama kali masuk ke Indonesia, dimana brand ini sering sekali dipelesetkan dengan ‘opo’ dalam bahasa jawa yang artinya ‘apa’. Begitupun dengan Vivo, yang lebih sering diasosiasikan dengan merek alat kontrasepsi yang beredar lebih dulu. Sebuah smartphone lucu-lucuan pikir saya saat itu.

Tapi tiga tahun berselang, Oppo menjelma menjadi raksasa di industri smartphone Indonesia, India, Cina, bahkan di seluruh dunia. Saat ini, Oppo dan Vivo masing-masing menduduki peringkat keempat dan kelima daftar smartphone paling laris di dunia untuk periode Q4 2016 hingga Q1 2017.

Melihat prestasinya yang luar biasa, saya tertarik untuk mengamati lebih detail apa yang sudah dilakukan oleh Oppo dan Vivo di tiga tahun terakhir.

Mereka kenal betul siapa pangsa pasarnya

Tidak ada brand selain Oppo dan Vivo yang dikenal sebagai smartphone penghasil foto selfie terbaik saat ini. Sebagai selfie expert smartphone yang dapat menghasilkan perfect selfie adalah positioning yang dilakukan keduanya dan itu terbukti sukses.

Di negara-negara berkembang seperti Indonesia dan India, mayoritas penduduknya —khususnya wanita, memiliki rasa percaya diri yang rendah terhadap kecantikan paras dan tubuhnya. Berdasarkan riset dari Dove (2013), hanya 4 persen perempuan Indonesia yang menyadari kecantikan yang mereka miliki. Tidak aneh rasanya ketika beberapa tahun lalu aplikasi camera 360 dan sebagainya laris manis di pasar Asia tenggara termasuk Indonesia.

source: Jawapos

Bermain dengan bintang-bintang papan atas

Oppo dan Vivo benar-benar serius menggarap pasar Indonesia dengan merangkul bintang-bintang papan atas. Untuk Oppo sendiri, sederet artis masa kini mulai dari Raisa Andriana, Chelsea Islan, Reza Rahadian, Isyana Sarasvati, Laudya Cinthya Bella, dan Chelsea Olivia sukses mereka boyong sebagai brand ambassador.

Vivo juga melakukan langkah yang sama dengan memboyong Afgansyah Reza, Pevita Pearce, Agnez Mo, Zaskia dan Shireen Sungkar, Prilly Latuconsina, Aliando, dan Al-Ghazali. Ini belum termasuk buzzer-buzzer kenamaan lainnya. Bahkan sekarang ada program yang spesifik menembak pasar anak muda, Oppo Campus Ambassador. Wow.

Oppo dan Vivo tahu betul strategi ini sangat ampuh digunakan untuk pasar seperti Indonesia. Terbukti dengan semakin banyaknya orang yang menyebut Oppo sebagai handphone-nya Raisa atau Isyana dan Vivo sebagai Handphone-nya Prilly dan Aliando.

Agresif dengan strategi pemasaran offline

Tidak seperti Xiaomi yang menggebrak pasar dengan cara pemesanan secara online, Oppo dan Vivo dari awal memang sudah fokus melakukan pemasaran secara offline. Sudah bukan berita baru jika Sales Promotion Girl/Boy kedua brand ini selalu agresif menawarkan smartphone miliknya. Mereka (dan masih banyak bisnis ritel) yakin bahwa food traffic masih lebih terbukti menghasilkan ketimbang online traffic, dan ini terbukti.

Hal ini saya buktikan ketika kemarin mampir ke pusat perbelanjaan ponsel di Jakarta. Ketika saya bertanya tentang merek lain, SPG/B ini cenderung membujuk saya untuk membeli smartphone Vivo dan Oppo; RAM yang besar, harga yang lebih murah dibanding merek lain, dan tentu saja kamera depan yang luar biasa jernih menjadi mantra yang terus mereka bisikkan di telinga saya. Tentu saja guyuran uang yang tidak sedikit siap menanti bagi mereka yang berhasil menjual produk ini dengan baik.

Saya jadi ingat ketika beberapa tahun lalu menghadiri konferensi Marketeers yang memperkenalkan konsep New Wave Marketing, ada sebuah penekanan yang sampai sekarang masih saya ingat, yaitu agar para pemasar memperhatikan ketiga elemen yaitu Youth, Women, dan Netizen.

Dan nampaknya, Oppo dan Vivo berhasil memperhatikan bahkan fokus ke dua dari tiga elemen tersebut yang berdampak pada meroketnya penjualan produk mereka. Lucunya, satu elemen yang mungkin kurang diperhatikan oleh Oppo-Vivo yaitu netizen, lebih cenderung menyerang kedua brand ini di setiap kesempatan.

Sila cek instagram post atau video youtube yang membahas kedua smartphone besutan Oppo atau Vivo, pasti kolom komentarnya ramai dengan komentar pedas dari netizen :))

One thought on “Yang Menarik Dengan Oppo dan Vivo

Leave a Reply