Dimulai Dari Yogyakarta

Ini perjalanan paling dadakan yang pernah saya lakukan, tapi justru ada banyak seni yang tergores dari setiap spontanitas yang kita lakukan. Terlebih, ini adalah sebuah perjalanan.

Kita mainnya kejauhan..

Itu adalah kalimat pertama yang muncul secara perlahan -lebih seperti mendesis- dari mulut saya ketika kaki saya menyentuh tanah istimewa ini. Mendadak berada jauh sekali dari rumah, sekian ratus kilometer. Perasaan takut itu ada, tapi perasaan bangga karena telah melakukannya, jauh lebih besar.

Semua berawal karena Indonesia. Sebuah entitas yang mendadak sangat saya cintai belakangan ini. Dan sepertinya semesta memang sedang mencoba untuk menuntun saya melalui perjalan ini, perjalanan untuk mengalami Indonesia.

Buku novel sejarah, teman yang melancong ke manila, enam puluh delapan tahun kemerdekaan, dan semua hal yang entah mengapa seakan-akan berkata kepada saya : tunggu apa lagi?

Pada akhirnya, saya mulai tergerak.. minimal untuk mencari informasi mengenai kemana saya harus berjalan. Sampai pada satu titik paling krusial, tiket promo muncul di depan mata saya. Tanpa pikir panjang lagi saya ambil kesempatan itu. Pertanyaannya adalah, dengan siapa?

Mengalami Indonesia adalah sebuah perjalanan spiritual, Dan Yogyakarta, adalah tempat yang paling tepat untuk memulainya.

Nggak tau ya, tapi gue selalu merasa gue akan selalu dan harus selalu ke Jogja. Apa ya.. gue seperti punya.. sense of belonging sama Jogja..

Itu yang berkali-kali saya ucapkan pada Rara, perempuan paling baik, sepemikiran dan sejalan yang pernah saya kenal. Dan entah bagaimana, perempuan inilah yang berdiri disamping saya untuk mengalamai Indonesia di Yogyakarta. Mungkin karena memang dengan dia lah perjalanan ini pantas untuk dilalui.

Tidak ada kata-kata yang sanggup menggambarkan Yogyakarta. Daerah istimewa ini harus dirasakan, harus dialami, bukan dibaca, ataupun didengar. Bukan, bukan dikunjungi, tapi dialami.

yogyakarta

Lihat saja kedua orang tua saya, sama sekali tidak percaya ketika saya ceritakan tentang betapa hebatnya yogyakarta yang baru saja saya alami, karena mereka hanya pernah mengunjungi Yogyakarta. Dan untuk mengalami Yogyakarta secara mendalam hanya ada satu cara: Berbaur.Backpacking, bukan melancong.

“Dan… sehabis itu yang kamu perlu… Cuma kaki yang akan berjalan lebih jauh dari biasanya, tangan yang akan berbuat lebih banyak dari biasanya, mata yang akan menatap lebih lama dari biasanya, lapisan tekad yang seribu kali lebih keras dari baja… Dan hati yang akan bekerja lebih keras dari biasanya… Serta mulut yang akan selalu berdoa” – Donny Dhirgantoro

Dari Yogyakarta, saya mulai mengalami Indonesia, makin mengenal Indonesia, makin mencintai Indonesia. Terima kasih ya Allah, sudah mengijinkan saya untuk merasakan dan mengalami indahnya negeri-Mu.

Mengelilingi Indonesia bukan sebuah mimpi yang terlalu muluk, kan? Dan disini, di Yogyakarta, perjalanan saya mengelilingi Indonesia dimulai.

*kemudian mengalun syahdu lagu Indonesia Pusaka ♫

One Reply

Leave a Reply