Naik Bus Malam ke Kuala Lumpur

Ini semua berawal dari sebuah pertanyaan tentang bagaimana caranya bisa berada di Singapura dan Malaysia dalam dua hari tanpa mengeluarkan budget untuk menginap. Dan ternyata caranya cukup mudah, yaitu dengan meninggalkan Singapura di malam hari dengan overnight bus, dan tiba di Kuala Lumpur pagi hari-nya.

Sebenarnya dari berbagai referensi yang saya baca, katanya ada kereta tidur atau sleeper train dari Johor Bahru ke Kuala Lumpur seperti yang ada di India. Sayangnya sekarang kereta itu sudah ngga ada, sedih banget. Jadi mau ngga mau harus naik bus. Tapi tenang aja, karena ternyata bus malam di Malaysia itu nyaman banget dan ngga kebut-kebutan kaya bus malam di Indonesia.

pesan tiket bus di easybook
pesan tiket bus di easybook

Ada beberapa cara sebenarnya untuk naik bus dari Singapura ke Kuala Lumpur. Tapi kemarin saya pakai cara yang paling murah, yaitu dengan naik bus Causeway Link dari terminal Queen street di Singapura sampai Johor Bahru Sentral, di Malaysia, kemudian lanjut dari Johor Bahru Sentral ke Terminal Larkin dengan bus SBS 170, dan terakhir dari Terminal Larkin ke Terminal Bersepadu Selatan di Kuala Lumpur dengan bus Transnasional.

Dan karena kemarin saya berada di Singapura di hari Sabtu dan Minggu di Malaysia, maka saya memutuskan untuk membeli tiket bus paling malam dari Larkin ke Kuala Lumpur secara online di easybook.com seminggu sebelum keberangkatan untuk menghindari kehabisan tiket kalau beli dadakan di terminal ketika akan berangkat. Thanks to kartu debit Mandiri jadi mudah bayar-bayar tiket online di luar negeri lol

Karena tiket sudah di tangan dengan pemberangkatan paling malam (11.59 pm), itu artinya saya harus sudah di terminal Larkin paling tidak pukul 11.30 pm. Maka berangkatlah kami menuju ke terminal Queen Street (dekat stasiun MRT Bugis) pukul 09.00 pm. Dan entah kenapa, saat itu bus Causeway Link yang katanya berangkat tiap jam itu ngga ada,yang ada malah antrian orang yang panjang banget.

Selagi kami antri, banyak yang nawarin mobil untuk ke Johor bahkan ke Kuala Lumpur, tentu saja dengan tarif yang jauh lebih mahal. Sempat deg-degan karena sudah pukul 10.00 pm tapi bus Causeway Link ini belum juga datang sementara antrian semakin panjang. Sempat beberapa kali saya bilang ke teman saya, Rama, nampaknya kami ngga akan sempat mengejar bus ke Kuala Lumpur jam 11.59 pm itu. Semacam udah pasrah tapi masih optimis, sih.

queen street ke johor bahru jalur darat
queen street ke johor bahru jalur darat

Dan sekitar pukul 10.30 pm akhirnya dua buah bus Causeway Link datang dan antrian pun mulai bergerak maju. Tiket bus ini harganya SGD 3.30, untungnya saya dan rama dapat kursi untuk duduk di dalam bis, karena yang akhir-akhir masuk ya terpaksa berdiri selama kurang lebih 45 menit menuju Woodlands Checkpoint.

Sesampainya di Woodlands Checkpoint kami harus turun dan masuk ke semacam terminal kecil dimana akan dilakukan proses check-out imigrasi untuk keluar dari Singapura. Disini kebanyakan orang akan lari-larian terburu-buru karena ingin mengejar bus yang sama untuk menuju ke Johor. Sedangkan saya karena kaki sedang sakit jadi mau ngga mau ya jalan santai dan tentu saja ketinggalan bus yang tadi saya naiki. Tapi tenang aja, karena ngga lama akan ada lagi bus Causeway Link yang lain yang bisa dinaiki.

Perjalanan selanjutnya dari Woodlands Checkpoint ke Johor Bahru Sentral hanya sekitar 15 menit. Setelah itu kami turun lagi, masuk ke terminal Johor Bahru Sentral untuk check-in imigrasi masuk ke Malaysia. Setelah itu kami langsung cari bus yang akan menuju ke terminal Larkin dengan cara bertanya ke orang-orang disana, dan saat itu yang ada hanyalah bus SBS 170 dengan tarif RM 1.8 dibayar ketika masuk ke dalam bus. Karena mereka tidak menyediakan kembalian, jadi bayarnya ya RM 2. Untung kita punya pecahan RM 1, kalau bawanya RM 5 semua, bisa rugi banyak kita cry

Bus SBS 170

Bus SBS 170 ini berangkatnya jam 11.40 pm, itu artinya 19 menit lagi kita akan ditinggal sama bus Transnasional yang sudah kita booking! Sambil harap-harap cemas saya sempat bilang gini ke Rama, “Kalau bus ini bisa 15 menit sampai Larkin, kita selamat..”

Pukul 11.55 pm bus SBS 170 yang kita tumpangi akhirnya masuk ke kawasan terminal Larkin, dan beruntungnya saat itu saya langsung melihat bus Transnasional dari kejauhan karena bus itu terparkir paling luar dengan tulisan Transnasional sangat besar di badan bus-nya.

e-tiket easybook

Tanpa menunggu bus berhenti, saya langsung berdiri siap-siap untuk turun. Sedangkan di luar pintu bus sudah ada 2 orang calo yang menawarkan bus kepada saya dan Rama. Ketika pintu bus terbuka, saya langsung turun dan menarik Rama sambil sedikit berlari menuju bus Transnasional. Di depan pintu bus ada bapak-bapak kondektur yang memegang kertas, akhirnya saya tunjukan e-tiket dari easybook yang ada di smartphone dan akhirnya kami diperbolehkan masuk, yay!

Dan ternyata memang kami berdua-lah penumpang terakhir yang masuk ke dalam Bus. Tepat pukul 11.59 pm, bus Transnasional yang kami tumpangi berangkat menuju Terminal Bersepadu Selatan, Kuala Lumpur.

Bus Transnasional yang saya tumpangi ini menurut saya nyaman banget. Ruang untuk kaki lega, kursinya juga empuk dan lebar. Formasi kursi di bus ini 2-1, bukan 2-2 seperti yang di Indonesia, jadi space per orang-nya sedikit lebih luas. Suhu pendingin udaranya juga pas, tidak terlalu dingin. Musik yang disetel juga… sepertinya lagu-lagu Indonesia jadul, seperti lagu-lagu di jamannya Ikang fauzi. Entahlah, yang jelas ketika saya masih TK dulu sering mendengar lagu-lagu seperti itu.

rest area di malaysia

Setelah kurang lebih 2 jam perjalanan, bus ini keluar dari jalan tol, menuju rest area. Saya sempat bertanya-tanya sih, kenapa harus keluar dari jalan tol dulu untuk menuju rest area, tapi nampaknya memang harus begitu. Saya beli milo panas dan bakpao ayam disini, total keduanya kalau tidak salah RM 9.

Tidak terlalu lama di rest area, akhirnya kami masuk lagi ke jalan tol dan melanjutkan perjalanan menuju Kuala Lumpur. Sekitar pukul 04.00 am, akhirnya kami tiba di Terminal Bersepadu Selatan, Kuala Lumpur. Ini terminal bus paling bagus yang pernah saya lihat, besar banget dan lebih terlihat seperti bandara ketimbang terminal bus.

makan di terminal bersepadu selatan, kuala lumpursarapan murah di terminal bersepadu selatan, kuala lumpurSampai disini saya langsung ke toilet dan cuci muka. Kemudian saya dan Rama memutuskan untuk duduk sebentar istirahat sambil meluruskan badan. Sekitar pukul 05.00 am kami naik ke lantai 2 untuk cari makan. Berhubung masih sangat pagi, hanya ada 1 tempat makan yang buka, dan kami makan nasi goreng + teh hangat panas (mereka tidak mengenal teh hangat di Malaysia) disana. Murah dan lumayan enak!

Sekitar pukul 06.00 am kami mulai bergerak ke stasiun Bandar Tasik Selatan untuk naik KTM komuter ke KL Sentral. Jadi ceritanya Terminal Bersepadu Selatan ini terintegrasi dengan stasiun kereta Bandar Tasik Selatan, jadi cukup menyebrangi jembatan penghubung kedua gedung ini. Dan dari sana kita bisa naik KLIA transit atau KTM komuter menuju KL Sentral.

kursi pijat di terminal kuala lumpur

Tapi sebelum naik KTM komuter, kami sempatkan sedikit untuk melemaskan otot-otot menggunakan kursi pijat yang banyak tersedia disana; cukup dengan RM 5 untuk dipijat selama 15 menit.

Niat awalnya kami ke KL Sentral adalah numpang mandi, karena di KL Sentral ada bilik mandi yang benar-benar bisa dipakai mandi, bahkan konon ada air panasnya. Selain itu disana juga ada loker yang bisa disewa untuk menyimpan barang-barang. Tapi sesampainya disana ternyata bilik mandi di KL Sentral sedang tidak bisa digunakan. Sempat putus asa karena sudah terlalu letih dan ingin mandi, akhirnya saya Googling lagi untuk mencari tempat mandi gratis di Kuala Lumpur. Dan jawabannya ada di masjid Negara!

masjid negara kuala lumpur

Dari KL Sentral menuju masjid Negara kami harus naik KTM komuter lagi menuju stasiun Kuala Lumpur. Setibanya di stasiun Kuala Lumpur, masjid Negara ini kubahnya sudah terlihat sebenarnya, karena tinggal nyebrang aja untuk sampai ke masjid Negara. Disana untungnya memang ada bilik mandi. Tapi pastikan pakaian yang kita gunakan sopan atau untuk yang laki-laki pakai celana panjang biar bisa masuk ke masjid Negara, ya!

Setelah di-total, biaya transportasi jalur darat dari Singapura ke Kuala Lumpur cukup murah lho! Biaya yang kami keluarkan hanyalah sebesar SGD 3.30 dan RM 40 (2+38) atau kurang lebih Rp 160.000 untuk sampai ke Terminal Bersepadu Selatan, Kuala Lumpur. Murah kan? bigsmile

32 thoughts on “Naik Bus Malam ke Kuala Lumpur

  1. Mas mau nanya sy rencana mau bawa selai nutella beberapa botol 600ml ke malay. Kira2 ditahan imigrasi ga ya? Krn kalo penerbangan ga boleh kecuali masuk bagasi

    1. Tiketnya. Nanti dari easybook dikirim e-tiket ke email. Sebenarnya disana tertulis harus diprint atau nanti kena charge, tapi kemarin nunjukin e-tiket di HP juga boleh.

  2. gan, mau tanya dong ini link untuk pemesanan bus dr singapore ke kuala lumpur yang kaya di picture mas itu apa ya ??. kebetulan bulan nov mau ke sing n kl

  3. Mas ku mau meringkas saja penjelasannya nih, biar ga salah mengerti. Jadi dari singapur naik bis di mrt queen street bugis ke woodland (bayar ditempat), lalu dari woodland menuju johor baru masih dengan bis yang sama ya (tanpa harus bayar). Kemudian daari johor baru central ke terminal larkin naik bis sbs 170 (bayar ditempat), baru dari terminal larkin menuju kuala lumpurnya menggunakan tiket bis yang kita pesan melalui online ya? Contohnya easybook.com. Begitu bukan mas? Maaf banyak tanya, karena baru akan berangkat pertama kali jadi butuh penjelesan yang agak detail hehe. Terimakasih sebelumnya

  4. Mau tanya mas
    Queen street > woodland > Johor == pakai bis Causeway Link ==> ini beli tiketnya dimana? on the spot kah atau
    via easybook.com?
    Johor > term. Larkin == pakai bis SBS 170 ==> ini beli tiketnya dimana? on the spot kah atau
    via easybook.com?
    term. Larkin > KL == pakai bis yang sudah dipesan ==> ini beli tiketnya dimana? on the spot kah atau
    via easybook.com?

  5. Mas mau tanya, pembelian tiket bus-nya itu pakai Virtual Account kan ya? terus request VCN nya itu berarti roaming atau bagaimana?

  6. kalau naik bis causeway link bisa bawa koper gede gak mas? di woodland dan JB central bagasinya di bawa turun juga ya…

  7. Hi mas Info nya sangat bermanfaat 😊
    Boleh minta saran mas untuk rute singapore – kul airport? Yang paling hemat mas 😁
    Atau dari pelabuhan johor – kul airport juga boleh mas

Leave a Reply