The SGD 50 Trip

Saya sering ditanyai oleh saudara maupun teman perihal budget yang harus dipersiapkan untuk menikmati Singapura. Padahal saya juga baru sekali ke Singapura, itupun dibayarin sebuah perusahaan. Cie gitu.

Jadi ketika kemarin saya berkesempatan mampir kesana lagi, saya bikin semacam challenge; cuma berbekal selembar 50 dollar singapura untuk seharian menikmati Singapura. Ya sih, seyakin-yakinnya akan cukup memang, mengingat SGD 50 itu cukup banyak untuk seorang diri; tapi cukup untuk apa?

Changi International Airport

Kemarin saya dan kedua teman saya, Ilham dan Rama, tiba di Changi sekitar pukul 10.00 WSG, which is waktu dimana perut mulai lapar. Seringnya sih langsung melipir ke Burger King, dan budget yang perlu dikeluarkan untuk sebuah Whopper adalah SGD 8.75. Karena saya dan Ilham sempat sarapan roti dan lemper (?) sebelum boarding, maka kami skip dulu Whopper-nya, menyisakan Rama yang entah pesan apa. Sepertinya bukan Whopper.

free simcard di singapura changiUntuk minum, kami sudah sedia botol minum dari Indonesia, jadi tinggal isi di keran-keran air minum yang tersebar di Changi. Selain itu untuk simcard, kami juga mendapatkan gratis perdana M1 dengan free internet quota 100 MB dan pulsa senilai SGD 6. Lumayan kan? Syaratnya cukup menukarkan brosur M1 yang dibagikan di dalam pesawat dan paspor untuk di-scan saat penukaran.

Last but not least, Singapore Tourist Card (STP). Karena saya hanya akan berada di Singapura selama 1 hari, maka saya membeli STP untuk satu hari seharga SGD 20 (termasuk deposit SGD 10). Awalnya sempat bingung antara top-up kartu EZ Link yang saya punya atau beli STP, tapi ternyata tetap lebih murah pakai STP!

Bugis dan Kampong Glam

masjid sultan, bugis, singapurabugis kampong glamTujuan pertama kami selepas dari Changi adalah Bugis, dikarenakan Ilham ingin ke Haji lane. Dengan menggunakan MRT, kami menuju Bugis dan langsung mengarah ke Masjid Sultan untuk melaksanakan sholat dhuhur.

kampung glam cafe, bugis, singapura

makan murah kampong glam cafeSelepas sholat dhuhur kami langsung mencari tempat makan dan akhirnya menemukan tempat makan yang sudah sangat tersohor di dunia maya, Kampong Glam cafe. Masakannya kurang lebih sama dengan rumah makan atau mungkin warteg di Jakarta. Disini kami bertiga rata-rata menghabiskan SGD 6 untuk nasi, lauk (yang entah bagaimana kami semua memilih telur —cari aman), sayur, ikan teri dan minuman. Rasanya? Biasa saja.

Chinatown

chinatown MRT stationSetelah perut terisi dan puas foto-foto di area bugis, kami melanjutkan perjalanan ke Chinatown dengan MRT. Bukan, bukan untuk belanja oleh-oleh tapi karena saya ingin ke Buddha Tooth Relic Temple. Disini kami sama sekali tidak mengeluarkan uang satu sen pun.chinatown singapurabuddha tooth relic templebuddha tooth relic templeSayangnya, cuaca di Singapura saat itu sedang mendung dengan awan hitam yang tebal. Yang awalnya perjalanan ingin dilanjutkan ke Marina Barrage, akhirnya kami putuskan untuk ke Orchard lebih awal sambil menunggu hujan reda.

Orchard dan Wisma Atria

hujan di orchardBetul saja, tidak lama kami bersantai di Orchard road, hujan turun dengan sangat lebat. Dan dikarenakan banyaknya manusia, otomatis kursi yang tersedia juga penuh dengan mereka yang berteduh. Karena malu kalau harus lesehan (HAHA ngga ding, karena pegal lebih tepatnya), kami masuk ke Wisma Atria dan masuk ke Foodcourt untuk cari tempat duduk.

Disini saya membeli segelas Ice Green Tea Latte seharga SGD 5. Ingin beli makanan sebenarnya, karena perut mulai lapar, tapi tidak menemukan booth yang berlabel halal, jadi ya.. sudahlah.

Outram park dan Ananas Cafe

Saya selalu menemukan Ananas Cafe setiap membaca referensi tempat makan di Singapura. Konon kafe ini wajib dicoba untuk traveler yang mau makan murah di Singapura. Jadi selepas hujan reda, kami langsung menuju ke Outram Park MRT station karena di sanalah letak Ananas Cafe terdekat dari Orchard menurut Google.

makan murah ananas cafeDan benar saja, saya pesan nasi Lemak disana harganya cuma SGD 2.5 (tanpa minum). Sedangkan Ilham dan Rama entah pesan apa semacam ayam bakar, harganya cuma SGD 3-4. Rasanya memang (lagi-lagi) biasa saja, tapi cukup lah dengan harga segitu.

Bayfront, Marina Bay, dan Raffles place

Agak kesal sih ketika ternyata langit sudah gelap dan masih banyak tempat yang belum disambangi karena hujan sore tadi. Alhasil kami langsung menuju ke Bayfront, sesampainya di Bayfront, ternyata ilham mengajak ke Garden by the Bay. Saya ngga setuju karena selain kaki sudah mulai pincang karena kesakitan dibawa jalan seharian, juga karena… ngapain? HAHA

Belum sampai ke inti dari Garden by the Bay akhirnya kami bertiga kembali ke Bayfront MRT menuju Marina Bay. Sesampainya ke Marina Bay, lagi-lagi ini tidak sesuai harapan. Dengan kaki yang semakin pincang kami kembali naik MRT menuju Raffles place.

Dari Raffles place MRT station kami berjalan lumayan jauh untuk menuju Merlion Park. Berhubung ini destinasi terakhir kami, saya paksa-paksain menyeret kaki yang mulai kebas saking sakitnya. Awalnya saya kira saya yang akan paling kuat, ternyata diantara kami bertiga, saya yang paling kuat merengek minta pulang HAHA

Bugis dan Terminal Queenstreet

Karena saya dan Rama akan meninggalkan Singapura dari Terminal Queenstreet dan Ilham akan menginap di hostel yang juga tidak jauh dari Queenstreet, maka kami kembali ke Bugis. Selepas Bugis MRT station saya sempat membeli Milo kaleng seharga kurang lebih SGD 3. Tiket bis Causeway Link yang mengantarkan kami dari Queenstreet ke Johor pun hanya SGD 3.30 harganya. Cukup murah, kan?

***

Jadi total pengeluaran saya di Singapura hari itu sebesar SGD 29.8 saja! Itupun sudah termasuk tiket bis untuk keluar Singapura menuju Malaysia. Dan sebenarnya kalau tidak turun hujan, kami masih bisa ke Marina Barrage, Henderson Waves Bridge, Chijmes, Chinese and Japanese garden yang semuanya juga gratis.

foodcourt changi

Nah, kebetulan ketika pulang dari Thailand 3 hari kemudian, saya singgah dulu di Changi selama 5 jam. Dan sisa SGD 20 itu saya gunakan untuk makan mie di stall Chinese food di foodcourt yang berada di transit lounge seharga SGD 5 dan segelas teh hangat seharga SGD 3; kemudian sisanya untuk beli coklat seharga SGD 10. Dan dengan dibelinya coklat tadi, maka berakhir pulalah perjalanan SGD 50.

Seru banget!

(Baca juga cerita dari ilham di Ilhamfauzan.net)

Leave a Reply